alexametrics

Nasabah Victory Internasional Futures Mengamuk Minta Uang Kembali

loading...
Nasabah Victory Internasional Futures Mengamuk Minta Uang Kembali
HRD Perusahaaan Victory Vera (kanan) dan marketing Johanes (kiri) saat menerima Jeri Fransisco Sitorus di kantor perusahaan index, Forex Victory Internasional Futures, Ruko The Ling 88, Jakarta, Selasa (26/2/2019). Foto iNews TV/Aminoer R
A+ A-
JAKARTA - Jeri Fransisco Sitorus warga Jalan Kenanga Raya,Kota Medan mengamuk di kantor perusahaan index, Forex Victory Internasional Futures, Jalan Terambesi, Ruko The Ling 88, Jakarta Utara, Selasa (26/2/2019). Nasabah ini merasa ditipu oleh perusahaan tersebut.

"Aku merasa tertipu dengan perusahaan ini, pasalnya aku diajak oleh marketing yang bernama Johanes untuk ikut dalam permaian bisnis investasi berjangka ini. Sementara aku tidak tau kenapa dana sebesar Rp300 juta yang aku setorkan raib begitu saja, untuk itu aku mau uang ku dikembalikan," ujar Jeri dengan nada keras.

Sebagai nasabah Jeri tidak mengetahui dan tidak memahami tentang bisnis ini. Namun dia dijanjikan tidak ada resiko dari salah satu marketing perusahaan. Bukan hanya itu marketing ini juga mengiming imingkan keuntungan yang besar dalam satu hari.



"Aku juga tidak tau tentang bisnis ini, tapi aku dijanjikan keuntungan besar dan marketing juga memastikan bisnis ini tidak memiliki resiko bagi diriku," timpalnya.

Sementara HRD Perusahaaan Victory Vera menerangkan, nasabah yang masuk dan layak dijadikan nasabah adalah orang yang benar-benar paham dengan bisnis pialang tersebut.

"Semua nasabah yang akan menjadi nasabah Victory ini harus benar-benar paham, dan terkait dengan Jery ini, sebenarnya tidak dapat menjadi nasabah disini, karena Jery tidak paham dengan bisnis ini," ujarnya.

Usai melakukan laporan ke Perusahaan Victory, Jery tetap menuntut agar uangnya sebesar Rp330 juta dikembalikan.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak