alexametrics

Cerita Pagi

Kisah Sarkies Bersaudara yang Mempengaruhi Peradaban Surabaya

loading...
Kisah Sarkies Bersaudara yang Mempengaruhi Peradaban Surabaya
Para seniman Surabaya melakukan teatrikal penyobekan bendera di Hotel Majapahit Jalan Tunjungan Surabaya, Kamis (14/9/2017). Hotel Majapahit adalah hasil karya pedagang ulung asal Armenia, Sarkies bersaudara. Foto/SINDOnews/Ali Masduki.
A+ A-
AKSI heroik rakyat Surabaya sangat terkait dengan keberadaan Hotel Majapahit . Di depan hotel inilah pertempuran yang paling dikenal.Hotel yang sebelumnya bernama Hotel Oranje dan Hotel Yamato ini menjadi sejarah arek-arek Suroboyo tumpah ketika merobek bendera Belanda pada 19 September 1945. Namun sedikit orang yang tahu kalau hotel itu merupakan hasil perenungan Sarkies bersaudara. Pedagang asal negara Armenia yang jatuh cinta pada arsitektur kota.

Pada 1910, Lukas Martin Sarkies merancang dan mendirikan sebuah hotel yang kental dengan ornamen geometris lewat nama Oranje Hotel. Berbagai pernak-pernik zaman dulu yang mengingatkan pada perjuangan para pahlawan menjadikan hotel ini menjadi cagar budaya yang menjadi simbol Kota Surabaya.

Tak ada yang diubah, jejak sejarah yang dulu pertama kali dibuat oleh Sarkies bersaudara sampai saat ini masih bisa dinikmati. Termasuk kamar yang dijadikan perundingan antara Sudirman dan W.V.Ch Ploegman.



Lorong bersejarah dan lokasi perobekan tetap dibiarkan utuh. Masyarakat Surabaya yang waktu itu merangsek naik ke atas untuk merobek bendera, setelah gagalnya perundingan antara Sudirman dan W.V.Ch Ploegman tentang penurunan bendera Belanda masih menjadi cerita heroik di tiap sekolah.

Tempat perobekan bendera dan kamar untuk perundingan tak pernah direnovasi sejak dulu, tapi kondisinya tetap gagah sampai sekarang. Karena banyak warga Surabaya yang merangsek, sekutu Belanda kabur melarikan diri melalui pintu belakang ini yang tembus ke rumah-rumah warga.

Dari hotel karya Sarkies bersaudara itu, sejarah panjang terbentuknya aksi heroisme masih membekas sampai saat ini. Sarkies bersaudara, pedagang asal Armenia ternyata memiliki pengaruh dalam pembangunan peradaban di Kota Pahlawan.

Lantai hotel, atap dan ornamen plafon juga tak bisa dipisahkan dari selera Sarkies bersaudara dalam membangun kerajaan bisnisnya saat itu lewat penginapan bagi para pendatang.

Duta Besar Republik Armenia untuk Indonesia Dziunik Aghajanian belum lama ini menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di kantornya menuturkan, Sarkies bersaudara memang seorang saudagar antar negara yang terus melebarkan lini bisnisnya. Mereka orang Armenia yang ulet untuk berdagang.

Sudah sejak lama, katanya, dirinya mencari jejak-jejak Sarkies bersaudara. Termasuk bangunan-bangunan karya mereka yang berkaitan erat dengan orang Armenia yang melancong ke berbagai negara di Asia.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak