alexametrics

Tagih Bayaran Pekerjaan, Kontraktor di Manado Malah Dibogem Kadis

loading...
Tagih Bayaran Pekerjaan, Kontraktor di Manado Malah Dibogem Kadis
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
MANADO - Alfons Sutedja (37), warga Kelurahan Pakowa Lingkungan VI, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, bernasib naas. Bermaksud menagih bayaran pekerjaan, ia malah menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seorang kepala dinas (kadis) di Kota Manado.

Kejadian ini berawal saat korban mendatangi kantor dinas tersebut, Kamis (14/2/2019) lalu. Kedatangan korban yang berprofesi sebagai kontraktor itu bermaksud untuk meminta kejelasan terkait pembayaran proyek yang telah selesai dikerjakannya.

Ada tiga proyek yang dikerjakannya sejak Oktober 2018 lalu namun hingga kini realisasi pembayaran dari proyek yang dikerjakannya tersebut tidak jelas alias belum menerima pembayaran atas proyek yang dikerjakannya itu. "Saya sudah menyelesaikan pekerjaan, tapi tidak pernah dilakukan pembayaran,” ujar Alfons, Jumat (15/2/2019).



Namun kedatangannya untuk menagih bayaran itu mendapat sambutan yang kurang mengenakkan. Sekitar 10 menit berada di ruang tunggu kantor dinas tersebut, tiba-tiba Alfons didatangi oleh sang kadis. "Dia mendekati saya dan bersuara keras sambil mengatakan mau apa kamu?” kata Alfons.

Tidak berhenti sampai di situ, saat ia berdiri untuk memberi salam kadis tersebut malah langsung melayangkan bogem mentahnya ke arah wajah korban. “Ada tiga pukulan yang mengena di pipi dan pelipis kanan saya. Kaca mata saya sampai jatuh dan pecah,” terangnya.

Seusai melakukan pemukulan, kadis tersebut langsung memerintahkan Satpol PP untuk menggiring korban keluar dari kantor.
Tak terima dengan perlakukan kadis tersebut, korban kemudian melapor ke Polresta Manado, Jumat (15/2/2019).

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan yang diduga dilakukan seorang kadis tersebut. “Benar laporannya ada dan sedang diproses oleh penyidik,” kata Bawensel saat dihubungi.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak