alexametrics

Ma'ruf Amin Bikin Tim Prabowo Kerja Keras Pertahankan Kemenangan di Banten

loading...
Maruf Amin Bikin Tim Prabowo Kerja Keras Pertahankan Kemenangan di Banten
Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga, Desmond J Mahesa mengatakan, pihaknya mempunyai tantangan lebih berat untuk mempertahankan keunggulan suara pada Pilpres sebelumnya. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
SERANG - Badan Pemenangan Daerah (BPD) Provinsi Bante Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan lebih bekerja keras dibandingkan Pemilu sebelumnya. Sebab, saat ini calon wakil presiden Joko Widodo, Maruf Amin berasal dari Banten.

Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga, Desmond J Mahesa mengatakan, pihaknya mempunyai tantangan lebih berat untuk mempertahankan keunggulan suara pada Pilpres sebelumnya.

Pada Pilpres tahun 2014, perolehan suara Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapatkan suara sebanyak 42,9 persen di Banten. Sedangkn rivalnya Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa meraih suara 57,1 persen.



"Dulu tidak ada tantangan karna wapresnya JK orang sulawesi Selatan, sekarang wapresnya orang Banten tentunya kita bagaiaman mempertahankan saja luar biasa apalagi menang dari pada itu," kata Desmon saat menghadiri diskusi Adu Strategi Pemenangan di Daerah, di Kota Serang

Untuk itu, tim akan bekerja keras mengambil hati masyarakat Banten untuk memilih Prabowo-Sandiaga. Berbagai strategi sudah dilakukan untuk mempertahankan kemenangan seperti di Pilpres tahun 2014 yang lalu.

"Perbedaan pilihan di tengah masyarakat sesuatu yang biasa, karena masing masing pendukung punya harapan. Tapi, perbedaan jangan sampai memecah belah masyarakat Banten," ujar Politisi Partai Gerindra itu.

Disisa waktu yang ada, tim akan terus menjembatani masyarakat untuk menyampaikan visi-misi Prabowo-Sandiaga kepada warga Banten. "Kita harus menjelaskan apa-apa yang belum jelas, yang sudah jelas agar lebih jelas," tandasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak