alexametrics

BPN Tak Percaya Takmir Tolak Prabowo Jumatan di Masjid Agung Semarang

loading...
BPN Tak Percaya Takmir Tolak Prabowo Jumatan di Masjid Agung Semarang
Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said saat salat Jumat di Masjid Agung Kauman, Semarang, Jawa Tengah beberapwa waktu lalu/Dok SINDOnews
A+ A-
SEMARANG - Penolakan takmir Masjid Agung Semarang atau biasa dikenal Masjid Kauman terhadap agenda Jumatan Prabowo Subianto di masjid setempat, mengundang keprihatinan sejumlah pihak, termasuk dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said sangat menyayangkan adanya larangan tehadap capres nomor 02, Prabowo Subianto, yang berencana akan melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Kauman, Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (15/2/2019). (Baca: Takmir Masjid Agung Semarang Tolak Agenda Salat Jumat Bareng Prabowo)

"Saya prihatin atas kejadian ini, mengingatkan saya pada masa kecil. Terakhir kali saya mendengar orang salat dilarang-larang waktu kecil tahun 60an. Ada kelompok yang melarang musalanya dipakai karena beda aliran. Ada kelompok yang menghalangi rombongan mau salat Id di lapangan," ungkap Sudirman dalam keterangannya, Kamis (13/2/2019).

Dia menilai, penolakan tersebut sudah bukan zamannya lagi. Karena sekarang ini sudah pada era keterbukaan, antarumat saling toleran. Begitu juga dalam era demokrasi ini, lanjut dia, berbeda pilihan politik hendaknya tak menjadikan penghalang bagi orang lain untuk beribadah.



"Beda pilihan itu ya biasa saja. Kok sampai ada pelarangan seorang calon presiden masuk ke masjid," keluhnya.

Mantan Cagub Jateng itu meyakini bahwa adanya penolakan tersebut bukan merupakan sikap warga Semarang dan bukan pula sikap ummat Islam Semarang.

"Masjid Kauman Semarang itu mempunyai sejarah yang panjang. Pasti para pengurusnya punya kebijakan, keluasan pikiran, dan hati. Sehingga saya tak begitu percaya kalau mereka bersikap melarang-larang," pungkasnya.

Seperti diketahui, Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail hari ini, Kamis (14/2/2019) telah membuat pernyataan rilis yang meminta agar Bawaslu melarang Prabowo Subianto melaksanakan salat Jumat di masjid Kauman, Semarang. Dalam pernyataannya, Hanief menilai salat tersebut mengandung unsur politis.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak