alexametrics

Istri Nuryanto Minta Pemerintah Usut Tuntas Pembunuhan Suaminya

loading...
Istri Nuryanto Minta Pemerintah Usut Tuntas Pembunuhan Suaminya
Meli Rahmawati (37), istri Ujang Nuryanto (37) pengusaha tekstil asal Baleendah, Kabupaten Bandung yang dikabarkan dibunuh dengan cara mutilasi di Malaysia berharap pemerintah membantu mengusut tuntas kasus pembunuhan itu. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A+ A-
BANDUNG - Meli Rahmawati (37), istri Ujang Nuryanto (37) pengusaha tekstil asal Baleendah, Kabupaten Bandung yang dikabarkan dibunuh dengan cara mutilasi di Malaysia berharap pemerintah membantu mengusut tuntas kasus pembunuhan itu. Meli juga berharap pelaku yang membunuh suaminya dapat ditangkap dan dihukim setimpal dengan perbuatannya.

"Kepada pemerintah, saya mohon mengusut tuntas kasus pembunuhan suami saya. Kalau benar itu (korban) suami saya. Tangkap dan hukum pelakunya," ujar Meli ditemui di rumahnya, Kampung Ciodeng, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (13/2/2019).

(Baca juga: Pengusaha Asal Bandung Diduga Dibunuh di Malaysia, Ini Harapan Istrinya)


Selain itu, Meli berharap pemerintah bisa memberangkatkan ke Malaysia sekeluarga. "Saya berharap jika pemerintah bisa memberangkatkan kami keluarga ke Malaysia, untuk melihat jasad suami saya," kata Meli.



Meli menceritakan aktivitas suaminya itu hingga dikabarkan jadi korban pembunuhan dengan mutilasi di Malaysia. Jasad Ujang Nuryanto dan jasad seorang perempuan diduga Ai Soraya yang juga dimutilasi, ditemukan di Sungai Baloh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari 2019 lalu.

Sampai saat ini, potongan tubuh korban mutilasi yang diduga Ujang Nuryanto masih berada di Malaysia. Pemerintah Malaysia memiliki peraturan bahwa jasad harus dimakamkan di Malaysia seusai syariat Islam.

Meli menuturkan, suaminya Ujang Nuryanto berangkat dua hari sebelum ulang tahun ke-37 pada 17 Januari 2019. "Suami saya ulang tahun tanggal 19 Januari. Saya sempat SMS dan WhatsApp mengucapkan selamat ulang tahun," tutur Meli, sambil sesekali menyeka air matanya.

Selama satu tahun terakhir, ungkap dia, suaminya itu sering berangkat ke Malaysia untuk urusan bisnis, menagih uang pembayaran atas kain yang dikirimkan Nuryanto ke rekan bisnisnya. Biasanya, Nuryanto sepekan berada di Negeri Jiran itu, lalu kembali ke Bandung.

"Suami saya rencananya pulang tanggal 22 Januari penerbangan pagi. Saat 21 Januari, sejak pagi, siang, dan setelah Magrib masih komunikasi via WhatsApp," ungkap dia.

Pada malam 21 Januari, muncul firasat lantaran anak bungsunya yang berusia 2 tahun menangis dan rewel. "Anak saya yang ketiga ini nangis terus dan rewel. Usianya baru 2 tahun lebih. Lalu saya meminta anak saya yang sulung untuk menelepon ayahnya," ungkap Meli.

Namun, Ujang Nuryanto sulit untuk dihubungi. Keesokan harinya 22 Januari, telepon seluler Nuryanto pun tidak aktif. "Karena ditelepon susah dan anak rewel, pas dengar kabar tanggal 30 Januari lalu, saya berpikir bahwa mungkin ini firasatnya," kata Meli.

Setelah menelepon berulang tak aktif (pada 22 Januari), Meli menghubungi adik ipar (adik kandung Ujang Nuryanto). "Saya lalu menghubungi adik suami saya dan meminta mengecek jadwal kepulangan suami saya dengan maskapai apa dan penerbangan siang atau sore," ujar dia.

Adik iparnya, menurut Meli lalu mencari informasi dan mencari kontak nomor HP di ruko. "Adik ipar saya lalu ke ruko, mencari data nomor telepon orang Malaysia tersebut. Lalu didapatlah nomor atas nama Jimi. Pas adik suami saya nelpon, Jimi ini mengecek ke beberapa hotel. Hotel tempat Nuryanto menginap ditemukan dan barang-barang milik suami saya masih ada di kamar hotel itu," tutur Meli.

Selang empat hari kemudian atau 26 Januari 2019, Jimi rekanan bisnis Nuryanto di Malaysia memberikan kabar buruk tentang ditemukannya sesosok mayat tanpa anggota tubuh lengkap. "Setelah dapat informasi itu, adik suami saya berangkat ke Malaysia pada 30 januari untuk mengecek kebenarannya," ungkap dia.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak