alexametrics

Kemenpar Apresiasi Aksi Pelaku Pariwisata soal Mahalnya Tiket-Tarif Bagasi Pesawat

loading...
Kemenpar Apresiasi Aksi Pelaku Pariwisata soal Mahalnya Tiket-Tarif Bagasi Pesawat
Kemenpar apresiasi aksi pelaku pariwisata soal mahalnya tiket dan tarif bagasi pesawat. Foto Kabiro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti/Koran SINDO
A+ A-
BATAM - Aksi sejumlah pelaku pariwisata di Kota Batam yang menggelar pawai keprihatinan pariwisata sebagai salah satu bentuk protes tingginya harga tiket pesawat dan adanya tarif bagasi mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Karena dengan tingginya harga tiket pesawat dan adanya tarif bagasi tersebut jumlah wisatawan yang datang ke Batam mengalami penurunan drastis. (Baca: Pelaku Pariwisata Protes Mahalnya Tiket dan Tarif Bagasi Pesawat)

"Aksi unik, kreatif dan smart para insan Pariwisata Kepri hari ini viral, pak Menteri juga tahu, saya update ke beliau dan beliau mengapresiasi," kata Kabiro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (11/2/2019).

Guntur Sakti mengatakan, kebijakan tarif di industri penerbangan ini sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan Menteri Pariwisata minta harus ada price elasticity. Menurut dia, kalau ingin menaikan tarif jangan secara besar dan mendadak. "Sesuatu yang mendadak dan besar impactnya relatif tidak bagus apalagi kalau itu kenaikan," timpal Guntur.

Pariwisata, kata dia, sangat tergantung dgn ketersediaan akses yang multi moda dan murah. Oleh karena itu harga yang terjangkau akan menjadi kunci sukses juga dalam pencapaian target kinerja pariwisata.



"Aspirasi dari berbagai daerah ini sudah didengar oleh pemegang otoritas dan kita berharap agar ada solusi cepat agar ekosistem pariwisata kembali normal. Karena tahun ini industri pariwisata akan diproyeksikan sebagai penyumbang devisa terbesar di Indonesia," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak