alexametrics

Wanita Muda di Batam Ditemukan Bersimbah Darah dalam Kamarnya

loading...
Wanita Muda di Batam Ditemukan Bersimbah Darah dalam Kamarnya
Wanita keturunan Tionghoa, Fitri alias Yuwewe ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya Perumahan YKB Blok F No 19, Bengkong, Batam, Kepri, Senin (11/2/2019). Foto polisi saat olah TKP/Koran SINDO/Aini L
A+ A-
BATAM - Wanita keturunan Tionghoa yang diketahui bernama Fitri alias Yuwewe (25) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya Perumahan YKB Blok F No 19, Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (11/2/2019) siang. Dugaan sementara, wanita ini merupakan korban pembunuhan.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Ameng, ayah korban yang baru pulang setelah berkeliling mengantar air mineral galon.

Kala itu, dia dikejutkan dengan posisi korban yang sudah bersimbah darah di depan pintu kamarnya. Ameng langsung berteriak meminta tolong.



Seketika, Sutiah tetangga yang rumahnya berada persis di sebelah kiri rumah korban langsung mendatangi rumah tersebut dan melihat kondisi korban yang sudah tak bernyawa.

Korban yang menggunakan baju stelan berwarna salem sudah dalam kondisi setengah telungkup dengan tangan menutup bagian wajah. Darah segar tampak mengalir lantai kamar yang tak jauh dari tempat tidur.

Sutiah mengatakan, sebelum kejadian, korban yang sehari-sehari membantu bapaknya berdagang gas dan air mineral bertandang ke rumah saksi sekitar pukul 08.00 pagi.

Namun, sekitar pukul 09.00 pagi, korban pulang ke rumahnya setelah mendengar suara orang mengetuk pagar rumah.

"Dia pulang karena ada orang ngetuk pagar mau beli gas. Waktu itu bapaknya masih ada di rumah," kata Sutiah.

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB, saksi dikejutkan dengan suara teriakan ayah korban. "Awalnya saya lihat dari jendela dan saya tanya kenapa. Tapi karena tidak dengar, saya dan anak saya langsung ke sana. Ya saya dan anak saya lihat korban sudah seperti itu kondisinya. Anak saya sampai shock karena korban teman dekatnya," kata Sutiah lagi.

Sutiah juga memceritakan bahwa korban tinggal bersama dengan ayah, kakak laki-laki, kakak perempuan, adik korban dan juga pacarnya. Sebelumnya, pacar korban sempat menghubungi dengan maksud untuk mengajak makan siang.

"Pacarnya sempat telepon mau ngajak makan siang. Tapi teleponnya nggak masuk. Dikiranya masalah jaringan. Dia nggak curiga, kami juga nggak curiga," kata Suriah.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi kejadian, rumah yang juga merupakan pangkalan gas ini dipenuhi oleh warga sekitar yang ingin melihat korban. Beberapa anggota keluarga korban tampak berada di lokasi. Namun, mereka enggan memberikan keterangan apapun.

Tim Inafis Polresta Barelang juga tampak berada di lokasi kejadian guna olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rumah berpagar hitam ini juga tampak dipasangi police line oleh pihak kepolisian.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak