Merinding, Kisah Alex Arjalil Selamatkan Anak dan Cucunya dari Terjangan Banjir Bandang Lahar Dingin Gunung Marapi
Rabu, 15 Mei 2024 - 13:14 WIB
loading...
Alex Arjalil duduk di tengah rumah anaknya di Agam, Sumatera Barat yang diterjang banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi. Foto/MPI/Rus Akbar
A
A
A
AGAM - Alex Arjalil (65) warga Simpang Bukik, Nagari Bukik Batabuah, Canduang, Agam, Sumatera Barat hanya bisa duduk termenung dalam rumah anaknya yang sudah hancur diterjang lahar dingin Gunung Merapi, Sabtu (11/25/2024) malam.
Rumah itu ditempati oleh anaknya Eva (30) dan cucunya Arsih 2,5 tahun. Sementara suaminya saat itu sedang berada di Bandung.
Baca juga: Ibu dan Anak Tewas Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, Momen Terakhir di Puncak Bikin Haru
Alex menuturkan, siang sampai sore hari pada hari kejadian itu hujan turun, tapi tidak lebat, namun berulang-ulang kali. Sekira pukul 22.00 WIB itu banyak warga yang jualan di daerahnya sudah tutup, akibat hujan terus.
“Karena hujan, otomatis warga yang jualan ini sudah banyak yang tutup,” ujarnya, Selasa (14/5/2024).
Tak lama kemudian Alex mendengar suara gemuruh, awalnya dia mengira suara truk lewat. Karena rumahnya dekat dengan jalan raya. “Karena di tepi jalan kami kira itu mobil besar lewat, kemudian karena yang di depan rumah jualan harian, otomatis dia yang menyaksikan datangnya bencana kemudian lari ke rumah saya,” ujarnya.
Alex yang memiliki dua rumah, satu ditempatinya saat ini, satu lagi ditempati olehnya. Jarak dari rumah dia tinggal dengan rumah anaknya sekira 100 meter.
Rumah itu ditempati oleh anaknya Eva (30) dan cucunya Arsih 2,5 tahun. Sementara suaminya saat itu sedang berada di Bandung.
Baca juga: Ibu dan Anak Tewas Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, Momen Terakhir di Puncak Bikin Haru
Alex menuturkan, siang sampai sore hari pada hari kejadian itu hujan turun, tapi tidak lebat, namun berulang-ulang kali. Sekira pukul 22.00 WIB itu banyak warga yang jualan di daerahnya sudah tutup, akibat hujan terus.
“Karena hujan, otomatis warga yang jualan ini sudah banyak yang tutup,” ujarnya, Selasa (14/5/2024).
Tak lama kemudian Alex mendengar suara gemuruh, awalnya dia mengira suara truk lewat. Karena rumahnya dekat dengan jalan raya. “Karena di tepi jalan kami kira itu mobil besar lewat, kemudian karena yang di depan rumah jualan harian, otomatis dia yang menyaksikan datangnya bencana kemudian lari ke rumah saya,” ujarnya.
Alex yang memiliki dua rumah, satu ditempatinya saat ini, satu lagi ditempati olehnya. Jarak dari rumah dia tinggal dengan rumah anaknya sekira 100 meter.
Lihat Juga :