alexametrics

Polisi Gagalkan Pengiriman 7 Gadis di Bawah Umur yang Akan Dijadikan PSK

loading...
Polisi Gagalkan Pengiriman 7 Gadis di Bawah Umur yang Akan Dijadikan PSK
Satreskrim Polres Indramayu menggagalkan pengiriman tujuh gadis yang akan dijadikan pekerja seks komersial (PSK). iNewsTV/Toiskandar
A+ A-
INDRAMAYU - Satreskrim Polres Indramayu menggagalkan pengiriman tujuh gadis yang akan dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Kepolisian menangkap empat tersangka kasus perdagangan manusia (trafficking) berinisial FS, FG, AR, dan WN.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi Wibowo mengatakan, ada tujuh korban wanita dan lima di antaranya merupakan wanita di bawah umur. Mereka dijanjikan oleh tersangka untuk bekerja sebagai baby siter maupun SPG di Jakarta.

“Namun pada kenyataanya para tersangka mempekerjakan mereka sebagai PSK dan terapis plus-plus. Bahkan tersangka sempat menawarkan para korban ini kepada para hidung belang melalui percakapan media sosial,” kata Suseno, Rabu (6/2/2019).



Kasus ini terungkap atas laporan warga terkait dugaan penyekapan sorang wanita oleh salah seorang tersangka di sebuah rumah di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu. Dari hasil pengembangan, polisi menangkap tiga tersangka lainnya dan kemudian mengungkap kasus perdagangan wanita tersebut dengan total korban tujuh orang.

“Para korban dijanjikan bekerja sebagai baby siter dan SPG, namun ternyata dipekerjakan sebagai PSK dan terapi plus-plus. Tersangka juga memalsukan dokumen wanita di bawah umur dan sempat menyekap seorang korban,” lanjut Suseno.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen korban yang dipalsuskan oleh tersangka. Selain itu, ada laptop, kartu ATM, satu unit mobil, sepeda motor, dan beberapa salinan percakapan penawaran korban kepada para hidung belang.

Para tersangka mendekam di tahanan Polres Indramayu. Mereka dijerat Pasal 2, Pasal 6, dan Pasal 10 Undang-Undang No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak