alexametrics

Pengeroyokan Ormas, 4 Pemuda Diringkus Polrestabes Medan

loading...
Pengeroyokan Ormas, 4 Pemuda Diringkus Polrestabes Medan
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Selasa (5/2/2019). Foto/Andi Yusri
A+ A-
MEDAN - Diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan organisasi masyarakat (Ormas), empat pemuda diringkus petugas Polrestabes Medan. Keempat pelaku yang diamankan yakni Dicky Pranoto alias Black (39), Danu Indra alias Komeng (20), Riki Sugiarto (25) dan Muhammad Padli (23).

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, empat dari 10 pelaku berhasil diringkus. Sedangkan enam lainnya masih diburu dan ditetapkan sebagai DPO. (Baca Juga: Ratusan Anggota Ormas Serang dan Rusak Pos Satpam di Medan)

"Menurut keterangan para pelaku, saat itu kawan-kawan korban melintas dengan menggas kencang sepeda motor mereka. Diduga sekelompok orang ini tidak terima kebetulan korban melintas dan menjadi pelampiasan," ujarnya didampingi Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira dan Kanit Pidum Iptu M Said Husein di Mapolrestabes Medan, Selasa (5/2/2019).



Keempat pemuda itu diamankan petugas Satuan Reskrim Polrestabes Medan diduga telah melakukan pengeroyokan terhadap Jarisman Saragih warga Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, hingga tewas di tempat di Jalan H Anif Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (2/2/2019).

Keempat pelaku telah diboyong dengan kedua tangan masih diborgol. Satu dari empat pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di kedua kakinya. "Tersangka ini saat diamankan melakukan perlawanan hingga membahayakan petugas. Dengan cepat, tegas dan terukur, dia dikumpulkan di bagian kedua kakinya," jelas Dadang.

Kapolrestabes Medan meminta kepada semua pihak untuk menciptakan ketenangan. Dadang berharap untuk percayakan penegakan hukum terhadap pelaku kepada pihak kepolisian.

Terkait korban meninggal, kata Dadang, pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. "Terkait meninggalnya korban masih kita tunggu hasil visum. Karena ada tujuh butir peluru yang bersarang di dalam perut korban," pungkasnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak