alexametrics

Sambangi Pesantren di Jateng, Polri Ajak Santri Ikut Perangi Hoaks

loading...
Sambangi Pesantren di Jateng, Polri Ajak Santri Ikut Perangi Hoaks
Puluhan santri mengikuti kegiatan kunjungan Baintelkam Mabes Polri di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Gunung Jati Baalawy, di Kp Malon, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/2/2019). Foto: SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Mabes Polri terus berupaya menggelorakan semangat penolakan terhadap hoaks dan ujaran kebencian dalam Pemilu 2019. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi antihoaks dan ujaran kebencian di pesantren-pesantren Kota Semarang, Jawa Tengah.

Di Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Gunung Jati Ba'alawy, Gunungpati (SGJB), Semarang, anggota Badan Intelijen dan Keamanan Mabes Polri memberikan materi pembekalan tentang pengetahuan seputar hoaks dan ujaran kebencian.

Selain itu, di ponpes yang beralamatkan di Jalan Makam Habib Abdullah Al Faqih, Kp Malon Rt 01 Rw 06, Gunungpati ini juga dilakukan pembacaan deklarasi puluhan santri tentang dukungan terhadap kelancaran pemilu serta penolakan terhadap hoaks dan ujaran kebencian saat pemilu.



Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy, KH Muhammad Masroni, pendidikan di dalam pesantren telah mengajarkan ilmu untuk mengatasi keberadaan hoaks.

"Di pesantren, santri juga diajarkan ilmu khalam, saat menerima kabar tidak bditerima langsung," ungkap Masroni, Senin 4 Februari 2019. Pihaknya selalu menekankan kepada santri agar kabar yang diterima harus dicek terlebih dahulu, dianalisa hingga akhirnya sampai pada kesimpulan.

Dia juga meminta para santri paham dengan apa yang diperbuat dan diucapkannya. Ponpes Sunan Gunung Jati sendiri tidak mentabukan santrinya untuk menggunakan media sosial.

“Penggunaan telepon seluler di dalam pesantren ini telah diatur aesuai dengan tingkat usai dan pendidikannya. Santri yang sudah berkuliah bisa memanfaatkan telepon seluler untuk kebutuhannya sehari-hari,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia juga menekankan kepada para santri dalam menggunakan media sosial untuk selalu tidak lepas dari kehendak dan intisari pemahaman ilmu agama.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak