alexametrics

Aparat Gabungan di Puncak Jaya Kejar Pelaku Penembakan Warga Sipil

loading...
Aparat Gabungan di Puncak Jaya Kejar Pelaku Penembakan Warga Sipil
Personel gabungan TNI/Polri melakukan pengejaran pelaku penembakan warga sipil hingga tewas di Kampung Wiyukwi, Distrik Mulia, Puncak Jaya, Papua. Foto: dok/SINDOnews
A+ A-
PUNCAK JAYA - Pasca insiden penembakan seorang masyarakat sipil di Kampung Wiyukwi, Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu 2 Januari 2019 malam kemarin, personel gabungan TNI/Polri masih terus melakukan penjagaan disekitar lokasi kejadian.

Rencananya, Minggu (3/2/2019) hari ini akan dilanjutkan dengan olah TKP, dan sebagian personel lainnya melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. Hal ini dikarenakan pada saat kejadian pada Sabtu kemarin, waktu sudah malam dan mengingat faktor keamanan bagi anggota di lapangan.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga bernama Sugeng Effendi tewas ditembak oleh, OTK (Orang Tak di Kenal). Kesehariannya Sugeng mencari nafkah sebagai penjaga kios, Sabtu (2/2/2019),di Kampung Wiyukwi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Papua. (Baca: Asyik Nonton Televisi, Pedagang di Puncak Jaya Tewas Ditembak OTK)



Menurut Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi AM. Kamal informasi penembakan oleh OTK dilaporkan oleh seorang warga yang juga merupakan saksi saat kejadian kepada aparat keamanan setempat.

Dimana saat kejadian, saksi dan korban sedang bersama-sama di dalam warung (kios) dimana saat itu, korban sedang menonton film di sebuah ponsel milik korban.

"Jadi bermula dari keterangan saksi yang pada saat itu berada bersama korban di dalam kios yang mana posisi korban pada saat itu sedang duduk sambil menonton film di Hp sedangkan, saksi pada saat itu sedang berbaring di belakang korban. Sontak terdengar suara letusan sebanyak 1 kali yang menurut saksi merupakan suara letusan Senjata Api. Spontan korban berteriak meminta pertolongan kepada saksi yang pada saat itu bersama Korban," jelas Kamal menjelaskan keterangan saksi.

Lanjut Kamal, mendengar rekannya ditembak oleh OTK, saksi kemudian bergegas meminta tolong kepada warga sekitar. "Saksi kemudian meminta pertolongan kepada saksi lain bernama Nendi Telenggen untuk membantu mengevakuasi korban ke Rumah sakit, Selepas itu Saksi (NT) memberitahukan kejadian tersebut kepada aparat TNI yang berada di Pos saat itu," jelas Kamal.

Mendapati laporan tersebut TNI mengirim personel ke TKP guna mengevakuasi korban ke RSUD Mulia untuk diambil tindakan medis namun setibanya di RSUD dan mendapatkan perawatan medis nyawa korban tidak dapat di selamatkan.

Kapolres Puncak Jaya AKB Ary Purwanto dan rombongan personel Gabungan Polres Puncak Jaya serta Brimob Den A BKO Res Puncak Jaya tiba di RSUD dan melakukan Tindakan lanjut terkait peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, saat ini korban masih disemayamkan dan di salatkan di Masjid Mujahidin Mulia. Rencana Jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur. (Baca: TNI-OPM Kontak Senjata di Mapenduma, Satu Personel TNI Tertembak)

“Jenazah akan diterbangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur,” tutur Kabid Humas Polda Papua.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak