alexametrics

Sita 10 Sajam Polisi Bekuk 5 Pelaku Bentrokan Berdarah di Acara Maulid

loading...
Sita 10 Sajam Polisi Bekuk 5 Pelaku Bentrokan Berdarah di Acara Maulid
Polisi berhasil menyita sebanyak 10 buah senjata tajam jenis parang, badik dan dua tombak yang digunakan saat bentrokan di acara Maulid. Foto iNews TV/Huzair Z .
A+ A-
POLEWALI MANDAR - Hanya dalam waktu tak kurang dari 24 jam pasca-bentrok yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa warga lainnya, aparat Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat berhasil meringkus empat orang yang diduga tersangka dan pemicu insiden aksi saling bacok ini. Sedangkan satu orang menyerahkan diri. Dari tangan para tersangka polisi mengamankan 10 senjata tajam berebagai jenis. (Baca juga: Bentrokan Berdarah di Acara Maulid, 1 Tewas, 5 Luka Parah)

Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian empat orang tersangka yang terlibat dalam aksi perkelahian dan saling bacok tiba di Mapolres Polewali Mandar, Senin sore (28/1/2019) tadi. Ke empat tersangka yang dikawal ketat polisi ini pun langsung digiring ke dalam ruang Mapolres Polewali Mandar

Dari empat tersangka salah satunya merupakan pemicu awal dari peristiwa bentrokan berdarah di saat acara Maulid yakni berinisial AM (20).



Keempat pelaku sendiri dibekuk polisi di rumahnya dan di rumah kerabat mereka usai terjadinya insiden saling serang menggunakan senjata tajam.

Kapolres Polewali Mandar AKBP Muhammad Rifai mengatakan, pemicu terjadinya perkelahian antar warga berawal saat saling senggol saat arak-arakan Kuda Patuddu dengan irama musik berlangsung,

“Karena tersinggung kedua pemuda yakni bernama KR yang merupakan resdivis kasus pembunuhan sempat adu jotos dengan AM (20),” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, ironisnya meski dilerai KR (29) yang tak terima kemudian balik ke rumah mengambil parang dan mengajak rekanya berinisi FK.

Kedua orang dari Dusun Bala lalu meluapkan kekesalannya dengan menantang AM bersama keluarganya yang tengah berkumpul di Acara Maulid.

“Aksi saling serang dan saling bacok pun tak terhindarkan karena kalah banyak akhirnya KR atau Karman tewas di tempat dengan penuh luka tusukan di tubuh dan bacokan sedangkan rekanya FK juga mengalami luka parah,” ungkap Kapolres.

Pihak AM, kata dia, juga sebanyak empat orang mengalami luka-luka akibat bacokan dan kini masih dirawat di rumah sakit.

Polisi juga berhasil menyita sebanyak 10 buah senjata tajam jenis parang, badik dan dua tombak yang digunakan saat bentrokan.

Polisi sendiri saat ini telah menetapkan sebanyak 8 orang tersangka tiga diantaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka parah.

“Saat ini ke lima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Reskrim Polres Polewali Mandar. Puluhan personil kepolisian juga masih berjaga jaga di lokasi bentrokan untuk mengantisipasi adanya aksi balas dendam,” tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak