alexametrics

Dalam 2 Tahun, 5 Warga Pangandaran Meninggal karena DBD

loading...
Dalam 2 Tahun, 5 Warga Pangandaran Meninggal karena DBD
Aktivitas Puskesmas di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Foto/Syamsul Maarif
A+ A-
PANGANDARAN - Dalam dua tahun terakhir penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tercatat 5 orang meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi mengatakan, jumlah penderita DBD dari tahun 2017 hingga 2018 tercatat sebanyak 312 orang. (Baca

"Tahun 2017 penderita DBD sebanyak 175 orang sedangkan tahun 2018 sebanyak 137 orang," kata Yadi. (Baca Juga: Kota Kupang KLB DBD, 127 Warga Terpapar)



Yadi menambahkan, pada tahun 2017 penderita DBD yang meninggal dunia tercatat empat orang dan tahun 2018 korban meninggal dunia akibat demam berdarah tercatat satu orang.

"Secara grafik dari tahun 2017 ke 2018, penderita DBD mengalami penurunan," tambah Yadi. (Baca Juga: DBD Meningkat, Puluhan Warga Timor Tengah Selatan Dirawat)

Data tersebut jelas Yadi, merupakan laporan dari 10 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pangandaran. "Meski secara grafik jumlah penderita DBD mengalami penurunan, kami tetap waspada terhadap ancaman DBD di masyarakat," paparnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yati Nur Hayati mengatakan, data penderita DBD tahun 2019 belum terekap.

"Untuk tahun 2019 kami masih menunggu data laporan dari Puskesmas, data baru bisa kami terima di bulan Februari 2019," kata Yati.

Yati menambahkan, ancaman tertinggi daerah rawan DBD di Kabupaten Pangandaran terdapat di dua Kecamatan diantaranya Kecamatan Parigi dan Kecamatan Pangandaran.

"Pada tahun sebelumnya, penderita DBD di Kabupaten Pangandaran rata-rata terjadi pada anak-anak," paparnya.

Untuk upaya pencegahan dan pelayanan pada masyarakat, kami sudah memberi mesin fogging ke tiap Puskesmas.

"Masyarakat bisa langsung meminta ke pihak Puskesmas untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, tanpa ada pungutan biaya," jelasnya.

Yati mengimbau kepada masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. "Nyamuk yang penyebab DBD itu paling banyak bertelur di air menggenang dan air bersih,” paparnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak