Viral Gibran Bocah 6 Tahun Asal Bojonggede Menangis Minta Makan, Ini Penjelasan Camat

Selasa, 07 Mei 2024 - 15:01 WIB
loading...
Viral Gibran Bocah 6...
Video seorang anak bernama Gibran berusia 6 tahun, warga Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menangis dan viral di medsos. Foto/Tangkapan layar
A A A
BOGOR - Video seorang anak bernama Gibran berusia 6 tahun, warga Kecamatan Bojonggede , Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menangis dan viral di media sosial (medsos). Bocah tersebut terdengar menangis meminta makan.

Video tersebut diunggah akun Instagram @kecamatanbojonggede. Dalam awal video, tampak Gibran duduk menangis histeris di depan rumahnya.

"Laper, aku laper mah," ucap Gibran sambil menangis dikutip, Selasa (7/5/2024).

Bukannya mendapat makan, dari dalam rumah justru terdengar suara keras perempuan yang diduga sebagai ibu dari Gibran yang memarahinya.

"Makan sendiri sana, enggak punya duit, makan sendiri," teriak perempuan tersebut.

Baca juga: Viral Pungli Ojol di Skybridge Bojonggede, Begini Faktanya

Gibran pun terlihat terus menangis seraya mengucap meminta makan. Hingga akhirnya, sosok perempuan dari dalam rumah tersebut keluar dan langsung mengguyur Gibran dengan air botol mineral.

Terpisah, Camat Bojonggede Tenny Ramdhani mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran terkait video tersebut. Adapun informasi dalam video sudah diterimanya sejak Jumat 3 Mei 2024.

"Saya mendapatkan informasi pada Jumat sekitar jam 16.00 WIB, ada yang mention akun Instagram kecamatan menanyakan terkait kebenaran video tersebut karena si pengirim mengatakan ini lokasinya di Bojonggede tapi tidak memberikan alamat secara detail," ucap Tenny dikonfirmasi.

Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya didapati bocah dalam video merupakan anak di Desa Rawapanjang, Bojonggede. Dari situ, pihak desa dan kecamatan langsung mendatangi lokasi.

"Akhirnya dikonfirmasi ke Kades, lalu Kades melakukan verifikasi di lapangan bersama RW mendatangi pada tanggal 5 Mei bersama-sama dengan tim dari kecamatan dan Sekcam," jelasnya.

Diketahui, Gibran merupakan anak dari Hamzah yang merupakan buruh bangunan. Gibran mempunyai dua adik berusia 4 tahun dan 1,5 tahun yang kerap dititipkan kepada tetangga dan RT RW setempat karena sang ibu jarang pulang ke rumah.

"Ditinggal tiga-tiganya. Jadi kami ke situ pun pak Hamzah baru pulang dari luar kota. Pada intinya terkait keberadaan mereka, tetangga, dan RT, RW sangat memperhatikan kondisi mereka, karena mereka tahu Pak Hamzah sebagai buruh lepas yang bekerja di luar kota anaknya ditinggal kemudian ibunya si anak-anak ini tidak selalu berada di tempat, sering ditinggal, maka para tetangga RT RW sering memberikan makanan," tuturnya.

Kemudian, dari hasil assesment diketahui memang keluarga Gibran kurang mampu. Karena, penghasilan dari sang ayah yang tidak tetap itu.

"Memang kalau kita melihat eksisting keluarganya memang terkategorikan keluarga yang miskin dengan penghasilan tidak tetap. Karena, Pak Hamzah (kepala keluarga) merupakan buruh bangunan yang bekerja di kawasan BSD, kepulangannya pun tentatif, tergantung izin dari mandornya, kami belum tahu berapa penghasilan seorang buruh bangunan," ungkapnya.

Lalu, setelah ditanyakan kepada pemerintah desa dan lainnya ternyata nama dari KK tersebut tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karena, KK masih menginduk ke Hamzah sementara 3 anaknya tidak terdaftar dalam KK tersebut.

"Itu yang kami sayangkan dan tidak pernah melapor juga ke RT, RW," tuturnya.

Ke depan, pihaknya sudah meminta kepada desa bahwa keluarga Hamzah dalam pengawasan. Juga berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Bogor untuk memberikan assesment dan pendampingan serta bisa masuk kepada penerima bantuan.

"Terkait dengan dugaan-dugaan yang kita perkirakan ini anak mengalami perlakuan secara buruk, secara verbal Ini kita sampai kepada dinas DP3AP2KB untuk bagaimana berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netizen Auto Heboh!...
Netizen Auto Heboh! Nathalie Holscher dan Aripat Kompak Main 'Hitung Mundur'
Cara Bikin Konten Reaction...
Cara Bikin Konten Reaction Viral, Simak 10 Tips dari Janda Tawa
Keluarga Korban Penyekapan...
Keluarga Korban Penyekapan Tuntut Mata Pelaku Diberikan ke Korban Agar Bisa Melihat Kembali
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved