alexametrics

Lion Air Berlakukan Tarif Bagasi, Bandara Hang Nadim Mendadak Sepi

loading...
Lion Air Berlakukan Tarif Bagasi, Bandara Hang Nadim Mendadak Sepi
Suasana Bandara Internasional Hang Nadim Batam terlihat sepi, tidak seperti biasanya yang ramai penumpang, Selasa (21/1/2019). Foto/Dicky Sigit Rakasiwi
A+ A-
BATAM - Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang biasanya ramai penumpang, pada Selasa (22/1/2019) mendadak sepi. Hal ini disebabkan pemberlakuan tarif bagasi oleh maskapai Lion Air Group terhitung mulai hari ini, Selasa (22/1/2019).

Pantauan di lapangan, penumpang yang biasanya berjubel kini hanya bisa dihitung dengan jari. Dampaknya tentu melebar ke berbagai sisi, seperti porter bandara yang yang biasanya ramai kini sepi tanpa terlihat adanya aktivitas para porter yang biasanya riuh.

Hal sama juga terlihat pada taksi Bandara yang juga sepi dari aktivitas. Tidak seperti biasanya antrean padat taksi Bandara yang selalu diisi penumpang. Bahkan sempat terdengar celoteh pekerja Bandara yang mengatakan akan membuka lapangan futsal di Bandara karena sepinya penumpang.



"Ayo dirikan gawang, main futsal aja kita di sini mumpung kosong," ujar seorang pekerja sambil tertawa.
Lion Air Berlakukan Tarif Bagasi, Bandara Hang Nadim Mendadak Sepi

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso membenarkan bahwasa sepinya Bandara Internasional Hang Nadim Batam lantaran adanya pemberlakuan tarif bagasi oleh Lion Air Group.

"Hari ini Selasa 22 Januari 2019, Lion Air Group menepati janjinya memberlakukan bagasi berbayar," ujarnya.

Kata dia, banyak calon penumpang melakukan argumentasi di sepanjang counter Lion Air Group di Bandara Internasional Hang Nadim.
Kekecewaan terlihat dari calon penumpang, ada yang batal membawa bagasi, namun ada juga yang terus memadukan bagasi tercatatnya ke Lion Air Group dengan menambah lagi cost.

"Namun memang telah diberlakukan sisterm berbayar, berdampak tidak saja kepada calon penumpang, tapi pekerja seperti porter, rapping, dan para penjual oleh oleh juga sangat terpukul," tutupnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak