Kasus Penganiayaan di STIP, Menhub: Kami Lakukan Upaya Penegakan Hukum

Senin, 06 Mei 2024 - 16:34 WIB
loading...
Kasus Penganiayaan di...
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menanggapi perihal kasus penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Foto/Kemenhub
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) , Budi Karya Sumadi menanggapi perihal kasus penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) . Budi pun berbelasungkawa atas meninggalnya korban P (19) akibat penganiayaan tersebut.

"Saya berbelasungkawa dan sangat prihatin," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/5/2024).

Baca juga: Taruna STIP Tewas Dianiaya Seniornya, Kemenhub Perbanyak CCTV

Budi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan suatu upaya penegakan hukum terkait kasus tersebut. Namun, Budi tidak menjelaskan secara rinci upaya apa yang dimaksud.

Dirinya meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati. "Kami sudah melakukan satu upaya penegakan hukum. Tapi nanti detailnya Bu Adita akan menjelaskan," kata Budi.

Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan TRS (21) sebagai tersangka pelaku penganiaya Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Putu Satria AR (19) hingga menyebabkan korban tewas. Hal ini dikatakan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

Kombes Gidion menyebutkan TRS yang merupakan senior Putu Satria, sempat melayangkan lima kali pemukulan terhadap korban di bagian ulu hati.

"Lalu tersangka orang pertama yang melakukan pemukulan terhadap korban Putu di bagian ulu hati sebanyak lima kali, berdasarkan keterangan saksi," kata Gidion di Polres Metro Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2024).

Gidion menyebut,korban pun hilang kesadaran hingga jatuh pingsan akibat pemukulan yang diterimanya. "Kemudian, dilakukan pertolongan dan dipindahkan ke satu tempat, kelas, di sebelah toilet," papar Gidion.

Baca juga: Bentuk Tim Investigasi Internal, Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP

"Sebelum dipindahkan ke toilet dilakukan upaya penyelamatan, menurut tersangka nih ya, penyelamatan memasukkan tangan di mulut untuk menarik lidahnya. Tapi itu justru yang menutup saluran (pernapasan), korban meninggal dunia," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rekomendasi
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Momen Prabowo Beri Hormat...
Momen Prabowo Beri Hormat ke Jokowi saat Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved