alexametrics

Warga Myanmar Ditemukan Tewas di Selat Malaka

loading...
Warga Myanmar Ditemukan Tewas di Selat Malaka
Sejumlah nelayan menemukan sesosok mayat terapung di Selat Malaka, Indonesia. Belakangan diketahui, bahwa mayat berjenis kelamin pria ini merupakan warga Negara Myanmar. Okezone/Banda
A+ A-
PEKANBARU - Sejumlah nelayan menemukan sesosok mayat terapung di Selat Malaka, Indonesia. Belakangan diketahui, bahwa mayat berjenis kelamin pria ini merupakan warga Negara Myanmar.

Dari hasil keterangan sejumlah saksi, korban diduga kuat merupakan pekerja PT Hong Lam Marina yang merupakan perusahaan tanker asal Negara Singapura. Diduga korban mengalami kecelakaan saat bekerja di tengah laut.

Korban ditemukan di Selat Malaka tepatnya di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, oleh dua orang nelayan setempat. Saat ditemukan jenazah sudah mulai membusuk. "Saat ini kita berkordinasi dengan pihak perusahaan tempat diduga korban bekerja,"kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Laode Proyek, Kamis (17/1/2019).



Loade menjelaskan, setelah mendapat laporan dari nelayan ada mayat mengapung di tengah laut, timnya langsung bergerak ke lokasi. Jenazah yang mengenakan baju pekerja tanker berwarna oren dievakuasi. Jenazah dibawa ke RSUD Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

Dari hasil pegembangan ternyata ada perusahaan penghubung dengan PT Spicaputra Sarana yang ada di Jakarta dengan PT Hong Lam Marina Singapura. Dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian, pihak perusahaan mengakui bahwa korban adalah salah satu pekerja persahaan pelayaran PT Hong Lam Marina.

Korban terjatuh di Perairan Singapura saat bekerja. Korban jatuh dari kapal pada 7 Januari 2019. Diduga karena terbawa arus,jenazah sampai ke Perairan Indonesia. Ini juga diperkuat dengan identitas yang ditemukan di mayat.

Identitas itu berupa paspor dengan nama Kyam Kyam tempat lahir Natalin 09 Juli 1986 Negara Myanmar Nomor paspor adalah MB320058

"Hasil koordinasi dengan pihak kepolisian perusahaan dan imigrasi, rencananya jenazah akan dibawa ke Jakarta. Namun saat ini masih sedang dalam proses persyaratan administasi," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak