alexametrics

Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

loading...
Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya
Petugas mengevakuasi mayat yang ditemukan di dalam tong di kawasan Jalan Romo Kalisari pada Kamis (17/1/2019) sekitar pukul 06.30 WIB.Foto-Foto/SINDOnews/Ali Masduki.
A+ A-
SURABAYA - Penemuan mayat terbungkus karung yang dimasukan dalam tong plastik di kawasan Jalan Romo Kalisari, Surabaya pada Kamis pagi (17/1/2019) sekitar pukul 06.30 WIB menggegerkan warga sekitar. Dugaan sementara, mayat yang ditemukan seorang pemulung di kawasan Jalan Romo Kalisari ini merupakan korban pembunuhan.
Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

Penemuan mayat itu diketahui saat seorang pemulung mendekati tong plastik hijau untuk mengambil sejumlah sampah yang bisa didaur ulang. Tong sampah plastik itu berada di seberang lokasi PT Maspion 4 Romokalisari.

Saat didekati, pemulung itu mencium bau busuk yang menyengat. Penasaran dengan isi tong, si pemulung berupaya mengurai bungkusan plastik yang ada di dalamnya.
Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

Namun dia terkejut saat melihat ada mayat yang terbungkus karung atau kain putih. Melihat hal tersebut, dia langsung melaporkan temuan tersebut ke pos security terdekat, yang selanjutnya diteruskan ke polisi.

“Iya benar ada penemuan mayat yang terbungkus kain. Tapi kami belum dapat menyimpulkan kasus tersebut,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti.
Mayat dalam Tong Plastik Dibungkus Karung Gegerkan Warga Surabaya

Terkait jenis kelamin dari mayat tersebut, Bima juga masih belum dapat memberi keterangan. Pasalnya, tim Inafis masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Mayat itu sekarang sudah dievakuasi ke rumah sakit dr Soetomo menggunakan ambulans dari dinas sosial,” tandasnya.

(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak