alexametrics

Wilayah Jatim Diguncang 3 Kali Gempa dalam Kurun Waktu 1 Jam

loading...
Wilayah Jatim Diguncang 3 Kali Gempa dalam Kurun Waktu 1 Jam
Wilayah Provinsi Jawa Timur diguncang tiga kali gempa bumi pada Kamis pagi (17/1/2019) dengan kekuatan gempa bervariasi anatar 3,3 hingga 4,3 Skala Richter. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
MALANG - Wilayah Provinsi Jawa Timur diguncang tiga kali gempa bumi pada Kamis pagi (17/1/2019) dengan kekuatan gempa bervariasi. Berdasarkan sumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, gempa pertama terjadi pukul 09:40:42 WIB yang mengguncang Kabupaten Malang, dengan magnitude 4,3 Skala Richter. Episentrum gempa berlokasi pada 10.43 Lintang Selatan dan 113.28 Bujur Timur atau 251 kilometer Tenggara Kabupaten Malang dengan hiposentrum 10 kilometer di bawah laut. (Baca juga: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Sabang Aceh)

Namun gempa tersebut tidak dirasakan oleh warga di wilayah Kota Malang, yang berjarak sekitar 70 km dari pesisir pantai selatan Kabupaten Malang.

"Tadi sedang kerja, tidak merasakan ada getaran gempa sama sekali," ujar Maria (39) karyawan swasta yang berkantor di Jalan Ahmad Yani Kota Malang. Masyarakat beraktivitas secara normal, tanpa terganggu adanya gempa.
Gempa kedua, terjadi sekitar pukul 09.40.48 WIB dengan kekuatan 4,0 Skala Richter yang menguncang Lumajang, Jawa Timur. Gempa berpusat di 9.97 Lintang Selatan dan 113.15 Bujur Timur. Atau sekitar 205 km Barat Daya Lumajang dengan hiposentrum pada kedalaman 10 kilometer.



Sedangkan gempa ketiga walau kekuatannya sedikit menurun dengan 3,3 Skala Richter yang mengguncang Barat Daya Puger, Jawa Timur dengan episentrum 9.45 Lintang Selatan dan 112.86 Bujur Timur atau sekitar 137 Kilometer Barat Daya Puger, Jatim dengan kedalaman 21 kilometer dibawah permukaan laut.


Ketiga gempa bumi tersebut dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah DIY tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak