Pasca-meninggalnya Jaksa Fredrik, Kantor Kejari Jakarta Utara Ditutup Sementara

Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:52 WIB
loading...
Pasca-meninggalnya Jaksa...
Kantor Kejari Jakarta Utara ditutup sementara setelah kabar meninggalnya Jaksa Fredrik akibat covid-19.Foto/SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Kabar meninggalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penyiraman air keras Novel Baswedan , Fredrik Adhar Syaripuddin pada Senin, 17 Agustus 2020 karena terpapar Covid-19 membuat Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ditutup sementara.

"Jadi sementara pelayanan umum kita hentikan untuk dua hari. Untuk hari Kamis dan Jumat kita cuti bersama," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, I Made Sudarmawan, Selasa (18/8/2020). Menurut Sudarmawan, sambil menunggu pelayanan umum yang akan dibuka kembali pada Senin, 24 Agustus 2020, Kejaksaan Negeri Jakut akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh pegawai kejaksaan.

"Sambil kita menunggu situasi, kita lakukan pengecekan kesehatan atau rapid test secara umum, mumpung ada kesempatan," ujarnya. (Baca: Fedrik Adhar, Jaksa Kasus Novel Baswedan Meninggal Dunia)

Menurut Sudarmawan, rapid test ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di tengah lingkungan Kejaksaan Jakut. "Untuk berjaga saja. Jadi kita lakukan rapid test terhadap 150 orang secara bertahap. Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut baru kita ambil langkah lanjutan tergantung hasil rapid test nanti," tuturnya.

Dengan penutupan pelayanan umum sementara ini, Sudarmawan memastikan bahwa pelayanan publik akan tetap jalan namun lebih terbatas karena situasi. "Kepada masyarakat mohon bersabar terutama dalam pelayanan kami melakukan protap pandemi covid-19 untuk menahan laju perkembangan virus corona ini. Persidangan kami lakukan secara daring, konsultasi penyidik kecuali terpaksa kita lakukan tatap muka," ujarnya.

Sekadar informasi, meninggalnya Jaksa Fredrik diketahui karena sejarah penyakit yang selama ini dideritanya. Sudarmawan mengatakan bahwa pihaknya masih belum memastikan Fredrik meninggal karena Covid-19. "Yang saya tahu beliau punya sejarah gula dan hipertensi. Karena sekarang lagi pandemi dan kami juga belum dapat memastikan apa itu valid atau tidak yang jelas mereka (tim medis) sudah punya protap sendiri," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Rekomendasi
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Berita Terkini
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved