alexametrics

Cerita Pagi

Menyelisik Awal Berdirinya Kabupaten Majalengka

loading...
Menyelisik Awal Berdirinya Kabupaten Majalengka
Penggiat Grumala saat mengkaji nisan Bupati Maja. Foto/Istimewa/Grumala
A+ A-
Sejarah berdirinya Kabupaten Majalengka menemukan titik terang baru. Hal itu seiring dengan terpecahkannya tulisan hanacaraka jawa berbahasa Cirebon kuno yang terdapat di salah satu nisan di pemakaman kuno yang terletak di daerah perbukitan Desa Gunung Wangi, Kecamatan Argapura.

Dari hasil penelusuran Komunitas Grup Majalengka Baheula (Grumala), ditemukan bahwa secara tata pemerintahan modern Kabupaten Majalengka lahir pada tahun 1840. Hal itu atas pertimbangan bahwa sebelum menjadi Kabupaten Majalengka, telah ada Kabupaten Maja yang menjadi cikal bakal dari Kabupaten Majalengka yang ada sekarang ini.

Kabupaten Maja berdiri pada 1819, dipimpin oleh Rd. Aria Adipati Suria Adiningrat sebagai bupati. Dari catatan itu diketahui bahwa dia menjadi Bupati Maja sekitar 20 tahun, dari 1819 sampai 1839.



Setelah itu, pusat pemerintahan dipindah ke Majalengka hingga saat ini. Hal itu juga didukung dari beberapa sumber lain, di antaranya Staatblad Belanda.

"Tulisan nama Kanjeng Kiai Raden Aria Adipati Suria Adi Ningrat yang terdapat pada nisan berhuruf hanacaraka jawa ini berhasil dibaca oleh Kang Tarka Sutatahardja dan Kang Rawin Rahardjo yang sengaja didatangkan dari Indramayu," kata salah satu penggiat Grumala, Naro.

Kepemimpinan Rd. Aria Adipati Suria Adiningrat di Kabupaten Maja yang kemudian diubah menjadi Kabupaten Majalengka ada beberapa versi. Sebagian versi mengatakan bahwa dia memimpin kabupaten itu hingga 1839. Ada juga yang menyebutkan bahwa masa kepemimpinannya hingga 1849.

Merujuk versi kedua, selain menjadi bupati saat pemerintahan masih di Maja, dia juga sempat memimpin saat pusat pemerintahan berganti ke Majalengka.

"Yang jelas berdasarkan keterangan yang ada, setelah jadi bupati Majalengka, dia pindah ke Cirebon untuk kemudian jadi bupati lagi di sana. Periode itu masih di bawah pemerintahan kolonial. Kepemimpinanya di sana cukup singkat, dan akhirnya kembali ke Maja," jelas Naro

Setelah tidak lagi memimpin, Rd. Aria Adipati Suria Adiningrat mengabdikan dirinya untuk mengajar ngaji kepada masyarakat di Maja. Aktivitas itu dilakukannya hingga akhir hayatnya, pada 1852.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak