alexametrics

Korban Tsunami Selat Sunda Butuh Perlengkapan Melaut

loading...
Korban Tsunami Selat Sunda Butuh Perlengkapan Melaut
Para nelayan di pesisir Kecamatan Kalianda dan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan membutuhkan perlengkapan melaut. Foto/Reuters
A+ A-
LAMPUNG SELATAN - Pascatsunami Selat Sunda, para nelayan di pesisir Kecamatan Kalianda dan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan mengharapkan pemulihan kegiatan penangkapan ikan. Mereka membutuhkan alat tangkap yang hilang saat disapu tsunami.

Apabila masalah nelayan ini tidak segera ditangani, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan bencana baru bagi warga dan pemerintah. Nelayan pesisir Kecamatan Rajabasa dan Kalianda yang terdampak tsunami saat ini butuh difasilitasi alat tangkap agar dapat memiliki sumber penghasilan.

Nelayan ini ingin menata kehidupan baru secar perlahan. Rumah perabotan hancur, dan kini hidup di tenda pengungsian. Mereka dihantui kebingungan dan kekhawatiran akan keberlanjutan mata pencaharian untuk menghidupi keluarga mereka pasca tsunami 22 Desember 2018 lalu.



Beberapa dermawan sudah memberikan bantuan alat tangkap jaring yang difasilitasi oleh Mukri Friatna, Eksekutif Nasional Walhi bagi nelayan di Desa Way Muli dan Sukaraja Kecamatan Rajabasa. Namun, bantuan itu masih dianggap kurang karena jaring itu hanya dapat dioperasikan sekitar pantai saja.

Para nelayan juga membutuhkan perahu agar bisa melaut. Hal itu dibenarkan Syahroni, seorang tokoh nelayan. Kata dia, pemulihan ekonomi bagi para nelayan harus menjadi perhatian pemerintah. Sangat sedikit relawan dan donatur yang memiliki perhatian atas kerugian usaha para nelayan ini.

Mukri Friatna, Eksekutif Nasional Walhi mengatakan, selama ini bantuan dari para relawan berfokus pada bantuan makanan. Sementara warga yang terdampak tsunami mayoritas nelayan mengalami dampak langsung bencana tsunami.
(rhs)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak