alexametrics

PVMBG Ingatkan Potensi Erupsi Susulan dari Gunung Agung

loading...
PVMBG Ingatkan Potensi Erupsi Susulan dari Gunung Agung
Kondisi aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali masih labil pasca mengalami erupsi Kamis malam 10 Januari 2019 kemarin. Pos Pengamatan Gunung Agung/iNews TV/Yunda A
A+ A-
KARANGASEM - Kondisi aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali masih labil pasca mengalami erupsi, Kamis malam 10 Januari 2019 kemarin. Sebab hingga kini sistem pipa magma kawah Gunung Agung yang kian terbuka menyebabkan potensi gunung tertinggi di Bali ini mengalami erupsi susulan sangat tinggi terjadi tanpa memerlukan banyak gempa vulkanik lagi.

Kondisi Gunung Agung yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Jumat pagi (11/1/2019) pasca-mengalami erupsi secara visual tampak masih mengeluarkan hembusan asap tipis dengan ketinggian kurang dari 100 meter dari puncak gunung.

Sesuai rekaman seismograf dalam enam jam terakhir dari pukul 00.00 hingga 06.00 Wita terekam gempa hembusan sebanyak 2 kali dengan amplitudo 1-1,5 m berdurasi 8 – 11 detik. Selain itu terekam gempa vulkanik dangkal sebanyak 1 kali dengan amplitudo 2 milimeter berdurasi 12 detik.



Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung, PVMBG, Dewa Made Mertayasa menyatakan pasca-erupsi aktivitas vulkanik dalam perut Gunung Agung masih sangat labil.

Dimana sistem pipa magma kawah gunung yang masih terbuka menyebabkan erupsi susulan bisa terjadi swaktu-waktu tanpa memerlukan gempa yang banyak seperti erupsi sebelumnya. Meski demikian hingga kini PVMBG belum meningkatkan status Gunung Agung.

“Saat ini status Gunung Agung masih ditetapkan berada di Level Tiga atau Siaga dengan zona ancaman bahaya dalam radius 4 kilometer dari puncak gunung. Untuk itu masyarakat terus diimbau tidak melakukan aktivitas maupun pendakian dalam radius berbahaya tersebut,” katanya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak