alexametrics

Kasek SMK Wira Samudera Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Siswa

loading...
Kasek SMK Wira Samudera Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Siswa
Kepala Sekolah SMK Pelayaran Wira Samudera Indri Desiyanti menjanjikan sesegera menindak lanjuti tuntutan maupun harapan para siswanya. SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Kepala Sekolah SMK Pelayaran Wira Samudera Indri Desiyanti menjanjikan sesegera menindak lanjuti tuntutan maupun harapan para siswanya. Pihaknya bersama yayasan akan melakukan koordinasi untuk memenuhi apa yang menjadi harapan para siswanya.

“Saya berharap dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sudah menghasilkan keputusan yang terbaik untuk kepentingan bersama. Maksimal 1 bulan akan kami koordinasikan dulu, begitu ada hasil kami undang beberapa siswa untuk melakukan audiensi tahap selanjutnya,” kata Indri Desiyanti, Kamis (10/1/2019).

Namun, Indri yang baru menjabat Kepala Sekolah 3 bulan ini mengaku akan sangat hati-hati dalam menyikapi suatu permasalaahan. Di sisi lain, dia menyampaikan terima kasih kepada para siswa karena telah menyampaikan aspirasinya yang bisa menjadi bahan acauan perbaikan sekolah agar menjadi lebih baik lagi. "Kami berharap mulai besok kegiatan belajar bisa berjalan efektif lagi," harapannya.



Sementara, salah seorang alumni 2018, Pawestri Wulan menjelaskan, unjuk rasa dilakukan untuk menyampaikan aspirasi teman-teman guna meminta pertanggungjawaban atas pembongkaran ruangan praktik pada akhir 2017. "Lihat saja sudah dibongkar 1 tahun yang lalu, tapi sampai sekarang belum juga ada proses pembangunan, katanya saja mau dibenahi supaya lebih baik lagi," tandas Wulan.

Dia menyatakan, dampak pembongkaran para siswa kini tidak memiliki tempat yang layak untuk melakukan praktik. "Ruangan yang dibongkar tak kunjung diperbaiki, alat-alat terpaksa kami pindahkan di depan kelas" tandasnya.

Akibatnya para siswa merasa khawatir, ketidakefektifan proses belajar akan berdampak terhadap pencabutan atau pembekuan izin approval."Jelas KBM sangat terganggu, teori dan praktik bercampur dalam 1 lokasi. Apalagi sekarang 1 ruang kelas diisi lebih dari 30 orang, tidak kondusif," jelasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak