alexametrics

Dipicu Dendam, Satu Warga Manado Tewas Ditikam

loading...
Dipicu Dendam, Satu Warga Manado Tewas Ditikam
Perkelahian yang terjadi antara Glendy A Kumerung (35) dengan Alfian Barauntu (38), warga Kecamatan Mapanget, Kota Manado, berbuntut panjang. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
MANADO - Perkelahian yang terjadi antara Glendy A Kumerung (35), warga Perum GPI, Jalan Anggrek Raya 5 Nomor 1 dengan Alfian Barauntu (38), warga Desa Kima Atas Lingkungan III Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu 2 Desember 2019 berbuntut panjang. Alfian yang saat itu memukul Glendy membuat Glendy menyimpan dendam.

Hingga akhirnya pada Sabtu 5 Desember 2019 sekira pukul 16.30 Wita, saat Glendy sedang berada di teras rumahnya, tiba-tiba dia melihat Alfian melintas di depan rumahnya dengan sepeda motor berboncengan dengan temannya, Revina E Hustin (15).

Saat melintas, Alfian sempat melihat ke rumah pelaku, keduanya sempat beradu pandang. Melihat Alfian, Glendy langsung mengambil sebilah pisau yang berada di dapur dan memasukkannya di bagasi motor miliknya kemudian langsung mengejar korban dengan sepeda motor.



Aksi kejar-kejaran pun terjadi, saat berada di jalan Delima Blok A, Alfian turun dari motornya dan melempari Glendy dengan batu, lemparannya meleset, membuat Glendy kembali mengejar Alfian dan hampir menabraknya dengan motor membuat Alfian terjatuh.

Ketika terjatuh itulah, Glendy langsung mengambil pisau dapur yang dibawanya dan langsung menikam Alfian sebanyak dua kali. Tikaman yang kena di bagian perut samping kiri serta di lengan kiri itu membuat Alfian tewas di tempat.

Usai melakukan aksinya, Pelaku langsung lari meninggalkan korban menuju ke rumah kakaknya di Perum Buha Permai, Politeknik. Dari situ bersama barang bukti pisau dapur, pelaku diantar oleh kakaknya untuk meyerahkan diri di Polresta Manado.

"Sebelumnya saya dan korban sempat terjadi perselisihan, korban sempat memukul saya, membuat saya dendam," ujar Pelaku di Polresta Manado, Sabtu (5/1/2019).

Kasat Reskrim Polresta Manado, AA Gede Wibowo Sitepu S.ik ketika di konfirmasi mengatakan bahwa jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk di otopsi sementara pelaku sudah menyerahkan diri di Mapolresta Manado.

"Menurut pengakuan pelaku kalau sebelumnya antara pelaku dan korban sempat terjadi selisih paham, dimana saat itu korban sempat menganiaya pelaku sehingga pelaku dendam atas perbuatan korban," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak