alexametrics

2 Hektare Lahan Disiapkan untuk Relokasi Rumah Korban Tsunami

loading...
2 Hektare Lahan Disiapkan untuk Relokasi Rumah Korban Tsunami
Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan 2 hektare (Ha) lahan untuk mendirikan 140 rumah bagi korban tsunami secara gratis. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
LAMPUNG SELATAN - Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan 2 hektare (Ha) lahan untuk mendirikan 140 rumah bagi korban tsunami secara gratis.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan, sebanyak 664 rumah rusak akibat tsunami yang melanda Kecamatan Rajabasa dan Kalianda. Tercatat rusak berat sebanyak 498 unit, rusak sedang 70 unit, dan rusak ringan 96 unit.

Dinas Perumahan dan Permukiman Lampung Selatan saat ini telah menyiapkan 2 hektare lahan untuk lokasi relokasi perumahan warga terdampak tsunami di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa yang didapat dari hibah masyarakat. Pada tahap awal akan dibangun 140 unit rumah dan diutamakan bagi korban tsunami yang rumahnya rusak parah.



“Lokasi relokasi minimal berjarak 100 meter dari bibir pantai agar aman dari bencana. Rencana rumah gratis bagi korban tsunami ini merupakan tipe 36, menggunakan dana pusat dengan anggaran Rp60 sampai Rp100 juta per unit,” kata Burhanudin, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Lampung Selata.

Sementara itu, permukiman yang berada di tepi pantai, seperti Desa Way Muli, Kunjir, dan Desa Canti, yang porak-poranda akibat tsunami akan diupayakan untuk menjadi tempat wisata. Sebab, lokasinya memiliki potensi dan pemandangan laut yang indah. Puluhan alat berat pun langsung diturunkan untuk penataan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengharapkan, masyarakat dapat menerima kebijakan ini agar mau direlokasi demi keamanan dan keselamatan dari bencana. Relokasi permukiman bagi korban tsunami ini akan secepatanya direalisasikan setelah administrasi selesai.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak