alexametrics

Tiba di Toraja, Jenazah Korban Teroris Poso Disambut Isak Tangis

loading...
Tiba di Toraja, Jenazah Korban Teroris Poso Disambut Isak Tangis
Luka mendalam dirasakan keluarga jenazah korban teroris, Stevanus Ronal Batau yang tewas dimultilasi oleh kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. iNewsTV/Jufri Tonapa
A+ A-
TANA TORAJA - Luka mendalam dirasakan keluarga jenazah korban teroris, Stevanus Ronal Batau yang tewas dimultilasi oleh kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Jenazah tiba di rumah duka di kampung halamannya di Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (1/1/2019).

"Awalnya kami dengar berita, tidak percaya. Namun saat kami ditelepon dari Sausu kami sangat terpukul dan kaget mendengar berita itu. Apalagi meninggal dengan tidak wajar. Kami sangat mengecam perbuatan yang tidak manusiawi tersebut," kata Nataniel Batau, sepupu almarhum Stevanus Ronal Batau.

Diketahui Stevanus Ronal Batau adalah korban multilasi yang dilakukan oleh kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora. Kelompok teroris tersebut kembali beraksi saat petugas kepolisian melakukan evakuasi jasad Stevanus Ronal Batau alias Anang warga asal Tana Toraja yang bekerja sebagai penambang lokal di Desa Salubanga.



Jazad Stevanus pertama kali ditemukan oleh warga sekitar tanpa badan di atas jembatan Salubose. Kepolisian Sektor Sausu kemudian melakukan evakuasi jasad Stevanus bersama personel Polres Parigi Moutong. Sebelum jasad Stevanus dievakuasi dari lokasi kejadian, pihak kepolisian mendapat serangan kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan dua personel polisi mengalami luka tembak.

Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara yang masih keluarga dekat korban, berharap kepada aparat untuk secepatnya menuntaskan aksi-aksi radikal terorisme yang sangat meresahkan warga dan menimbulkan korban jiwa.

"Saya sebagai keluarga dekat korban, berharap kepada aparat untuk secepatnya menuntaskan aksi-aksi terorisme, aksi-aksi radikalisme yang sangat meresahkan kita semua. Tentunya saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Tana Toraja jangan terprovokasi dengan adanya kejadian ini," jelasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak