alexametrics

Perdaya Warga Blitar, Dua Penipu via Online Diciduk di Sulsel

loading...
Perdaya Warga Blitar, Dua Penipu via Online Diciduk di Sulsel
Dua pelaku penipuan via online yang diciduk petugas Polres Blitar Kota, Jawa Timur.Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A+ A-
BLITAR - Polres Blitar Kota meringkus dua penipu online yakni, Kemal M Tarau (51) dan Andi Rio Patarusi (29). Dua warga Sulawesi Selatan ini menipu dengan mencatut nama pejabat Polri berpangkat Jenderal.

Kapolres Blitar Kota AKBP, Adewira Negara Siregar mengatakan, Tarau diciduk dari rumahnya di Jalan HM Arsyad Kecamatan Soreang, Kota Pare-pare dan Andi Rio Patarusi di Jalan Pongsimpin, Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Satu pelaku lain yakni, Acok Tongeng masih dalam pengejaran petugas.

Adewira mengatakan, dalam pemeriksaan terungkap para pelaku mengambil peran masing masing. Ada yang bertugas menghubungi korban, membuat nomor rekening dan dan menarik uang dari rekening.



Menurut Adewira, pengungkapan sindikat penipuan online ini berawal dari laporan Muhammad Syamsuri Sidik (65), warga Jalan Bali Plosokerep, Kota Blitar. Syamsuri mengaku menjadi korban penipuan setelah uang Rp3 juta miliknya tidak dikembalikan pelaku.

Syamsuri yang mengenal pelaku melalui media sosial dan berlanjut komunikasi WhatsApp (WA), percaya begitu saja ketika dikatakan uang yang dipinjam untuk membantu orang sakit. Apalagi dalam foto profil pelaku di WA memajang foto Jenderal kepolisian. Syamsuri baru sadar menjadi korban penipuan setelah uang tidak dikembalikan dan tidak bisa dihubungi.

“Pelaku menghubungi korban melalui WA dengan foto profil jenderal polisi. Saat itu pelaku meminta korban mentransfer uang Rp3 juta untuk keperluan membantu orang sakit dan akan dikembalikan kesesokan harinya. Namun tidak dilakukan," kata Adewira kepada wartawan Selasa (25/12/2018).

Untuk meringkus pelaku, Polres Blitar Kota langsung berkoordinasi dengan kepolisian Pare pare, Sulawesi. Sebab rekening bank yang digunakan atas nama pelaku dengan alamat Pare pare. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 378 KUHP dan UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak