alexametrics

Cerita Pagi

Gelar Habib dan Sejarahnya di Indonesia

loading...
Gelar Habib dan Sejarahnya di Indonesia
Para Habaib berkumpul dalam sebuah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto/Istimewa
A+ A-
PUBLIK di Tanah Air saat ini ramai membicarakan gelar Habib. Istilah Habib mendadak jadi sorotan karena sejumlah figur bergelar Habib terjerat kasus hukum yang dinilai kontroversi.

Sebut saja Habib Rizieq Shihab (Imam Besar Front Pembela Islam) yang saat ini hijrah ke Makkah dan Habib Bahar bin Smith (pimpinan Majelis Pembela Rasulullah) yang ditahan karena tuduhan melakukan tindak pidana penganiayaan.

Untuk diketahui, selain kedua figur Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar bin Smith, ada banyak habib yang populer karena dakwahnya. Sebut saja Habib Ali Kwitang (pemimpin Majelis Tak'lim Kwitang), Habib Luthfi bin Yahya (pendakwah Nahdlatul Ulama), Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan (Pengasuh Ponpes Al-Fachriyah Tangerang), Habib Hasan bin Ja'far Assegaf (Pemimpin Majelis Taklim Nurul Musthofa Jakarta), Habib Novel Alaydrus (pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo), dan masih banyak Habib lainnya yang mempunyai pengaruh besar.



Banyak yang bertanya-tanya dan tak sedikit yang salah kaprah memahami gelar Habib tersebut. Apa dan siapa sebenarnya Habib ini dan bagaimana sejarahnya di Indonesia?

Sebelum becerita jauh tentang sejarahnya, ada baiknya kita telaah dulu apa yang dimaksud dengan Habib. Secara tekstual Habib berarti “kekasih”. Terkadang orang Arab menulisnya dengan Habeeb yang berarti “yang tercinta" atau "yang terhormat”. Ada juga yang menyebut bahwa Habib berasal dari kata Habaib, yang artinya adalah keturunan Rasulullah SAW yang dicintai.

Habib adalah gelar kehormatan yang ditujukan kepada para (dzurriyah) keturunan Nabi Muhammad SAW yang tinggal di lembah Hadhramaut (Yaman), Asia Tenggara, dan pesisir Afrika Timur. Selain gelar Habib, ada juga julukan lain yang bermakna serupa yaitu Sayyid dan Syarif.

Adapun keturunan Nabi yang berasal dari jalur Husein disebut Sayyid, sedangkan keturunan Nabi dari jalur Hasan sering disebut Syarif.

Ciri khas para Habaib ini dikenal dengan penampilan yang indah dan wajah bercahaya. Pakaian mereka tak pernah lepas dari Imamah (penutup kepala), sorban dan jubah (gamis) putih. Terkadang mereka membawa tongkat dan di jari kelingking kanan mereka menempel cincin perak yang semuanya merupakan sunnah Nabi.

Menurut Dai lulusan Institute of Arab Studies Kairo Mesir Ustaz Dr Miftah el-Banjary, istilah Habib terambil dari bahasa Arab yang berarti “Kekasih” atau “Orang yang Dikasihi”. Dalam bentuk jamak biasa disebut “Habaib”. Habib merupakan gelar kehormatan bagi keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayyidina Husein.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak