alexametrics

Langgar Aturan, Ribuan APK Pemilu 2019 di Salatiga Dicopot Paksa

loading...
Langgar Aturan, Ribuan APK Pemilu 2019 di Salatiga Dicopot Paksa
Petugas Satpol PP Kota Salatiga mencopot alat peraga kampanye yang pemasangannya melanggar aturan di daerah Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (18/12/2018). SINDOnews/Angga Rosa
A+ A-
SALATIGA - Tim gabungan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Satpol PP, Badan Kesbangpol, dan Polres Salatiga, menertibkan alat peraga kampanye (APK) pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang pemasangannya melanggar aturan, Selasa (18/12/2018).

Petugas mencopot paksa ribuan APK berupa spanduk dan baliho bergambar para calon legislatif (caleg) serta atribut partai politik yang terpasang di sejumlah jalan protokol dan tempat lain di wilayah Kecamatan Sidorejo, Sidomukti, Argomulyo, dan Tingkir.

Ribuan APK yang dicopot paksa sebagian besar terpasang di dekat tempat ibadah, sekolah, tiang listrik dan pohon. Selanjutnya, ribuan APK tersebut diamankan di Kantor Bawaslu Salatiga.



Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Salatiga Ahmad Dhomiri mengatakan, penertiban alat peraga kampanye dilakukan agar peserta Pemilu 2019 lebih mematuhi aturan yang telah dibuat oleh KPU. Selain itu, untuk menertibkan pemasangan APK agar tidak menganggu pemandangan dan keindahan Kota Salatiga.

"Yang jelas, penertiban dilakukan agar pemasangan APK bisa sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku serta tidak merusak estetika wajah kota. Kami imbau semua caleg peserta Pemilu 2019 untuk mematuhi aturan yang ada,” ujarnya.

Menurut dia, Bawaslu dalam menegakan aturan khususnya terkait metode kampanye dengan pemasangan APK, akan menggunakan pendekatan dan mengedepankan komunikasi kepada semua peserta Pemilu. “Kami berharap semua caleg bisa memahami dan mentaati peraturan agar pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” ucapnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak