alexametrics

Kalah Pilkades, Massa Pendukung Keroyok Wartawan

loading...
Kalah Pilkades, Massa Pendukung Keroyok Wartawan
Fahmi, wartawan di Lombok Barat saat melaporkan kejadian itu ke Polsek Lingsar. Foto/Muzakir
A+ A-
LOMBOK BARAT - Diduga karena tersulut emosi karena calon kepala desa yang diusungnya kalah, Fahmi, salah seorang wartawan surat kabar di Lombok Barat menjadi korban pelampiasan kekecewaan massa Calon Kepala Desa Dusun Kali Jaga Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Lombok Barat, NTB, yang kalah dalam Pilkades, Senin malam (10/12/2018).

Korban (wartawan) dikeroyok saat keluar dari rumahnya yang hendak pergi meliput kejadian di Desa Langko Lingsar Lombok Barat. Berdasarkan penuturan Fahmi, di tengah jalan ia melihat aktivitas warga berkumpul di jalan raya hendak ke rumah salah satu tokoh agama yang diduga sebagai pemicu, pecahnya suara empat dusun tersebut.

"Secara tiba-tiba, ada warga yang teriak ke saya sambil nunjuk kiri dengan bertanya Fahmi mau ngapain di sini, kamu mau meliput ya tanya warga yang sekaligus sebagai provokator," katanya Fahmi.



Tidak hanya itu, dengan nada keras warga ini meminta Fahmi pulang untuk tidak pergi liputan. Warga yang lain terprovokasi dan akhirnya diserang puluhan massa.

"Ada yang berusaha mengambil dan mau merusak HP saya, karena diduga saya merekam video atau foto. Saya berusaha mempertahankan diri, namun pukul melayang di muka saya, mengenai pelipis mata kiri sehingga bengkak," jelasnya.

Di satu sisi masih ada warga sekitar yang berusaha menenangkan massa, dan membawa Fahmi keluar dari amukan massa.

"Habis kejadian itu saya kemudian memilih balik mengambil jalan lain untuk keluar liputan ke Langko, karena kerjaan yang sudah menjadi tugas harus saya junjung tinggi," tuturnya.

Selesai liputan dari TKP , Fahmi ditemani benerapa wartawan Lombok Barat lainnya melapor kasus tersebut kepada Kepolisian Lombok Barat.

Atas tindakan ini, semua unsur jurnalis di Lombok Barat mendorong aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku, sehingga memungkinkan tidak adanya korban korban lain dengan peristiwa semacam ini.

"Sesuai penegakan hukum, pelaku diminta segera diseret dan ditindak tegas sesuai kenaan pasal atas perbuatannya," tegas Dani, salah satu jurnalis lokal setempat.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak