alexametrics

Ibu Korban Separatis OPM Minta Jenazah Anaknya Diantar Pulang ke Gowa

loading...
Ibu Korban Separatis OPM Minta Jenazah Anaknya Diantar Pulang ke Gowa
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitongan (tengah) saat memberi kabar tewasnya Muhammad Agus, pekerja PT Istaka Karya kepada keluarganya di Gowa, Kamis (6/12/2018) sore. FOTO/iNews/BUGMA
A+ A-
GOWA - Muhammad Agus, salah satu pekerja PT Istaka Karya asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dipastikan menjadi salah satu korban kebiadaban kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Minggu (2/12/2018). Keluarga hanya bisa pasrah dan berharap jenazah Agus dibawa pulang ke kampung halaman untuk dimakamkan.

Tangis histeris pecah ketika pihak kepolisian mengabarkan kematian Muhammad Agus kepada keluarganya, Kamis (6/12/2018) sore. Adik dan tante Agus tak menyangka Agus tewas karena sebelumnya dia dikabarkan berhasil melarikan diri saat penembakan oleh kelompok separatis bersenjata.

Ibu korban, Risnawaty dalam kesedihan mendalam mengaku pasrah atas takdir anaknya. Dia berharap jenazah Agus secepatnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. "Saya berharap PT Istaka Karya bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa pekerjanya," kata Risnawaty saat menerima kedatangan Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitongan di rumahnya.

Risnawaty mengaku kasihan kepada anaknya. Agus meninggal dunia sebelum sempat melaksanakan keinginannya menikah yang direncanakan pada Juni 2019 nanti. (Baca juga: Rencana Mau Menikah, Keluarga Berharap Korban Separatis OPM Ditemukan)



Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitongan berjanji turun tangan dan membantu proses evakuasi jenazah korban saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Menurutnya, jenazah Agus hingga kini belum bisa dievakuasi dari Wamena menuju Polres Mimika karena kondisi cuaca buruk.

"Kami akan membantu memulangkan korban Agus ke kampung halamannya," katanya.

Untuk diketahui, Muhammad Agus adalah salah satu pekerja PT Iskata Karya yang tengah mengerjakan proyek jembatan di jalan Trans Papua di Yigi, Kabupaten Nduga. Di tengah mengerjakan proyek tersebut, kelompok OPM tiba-tiba melakukan serangan dengan menembaki puluhan orang pekerja. Total ada 19 pekerja PT Istaka Karya dan satu prajurit TNI yang tewas dalam peristiwa itu.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak