alexametrics

Setiap Tahun Puluhan Warga Gunungkidul Terjangkit HIV/AIDS

loading...
Setiap Tahun Puluhan Warga Gunungkidul Terjangkit HIV/AIDS
Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Gunungkidul bertambah puluhan orang per tahun. FOTO/ILUSTRASI/IST/Houston Defender
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin mengkhawatirkan. Puluhan warga Bumi Handayani ini setiap tahun terinfeksi virus mematikan tersebut.

Data Dinas Kesehatan Gunungkidul menyebutkan, pada 2017 ditemukan 48 kasus HIV/AIDS. Sementara hingga November 2018 sudah ada 36 orang yang terkena penyakit ini. "Jumlah penderita HIV/AIDS rata-rata di atas 30 orang per tahun," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Priyanta Madya Satmaka kepada wartawan, Kamis (6/12/2018).

Dinkes telah berupaya melakukan pencegahan. Namun pengaruh pergaulan, perkembangan teknologi informasi, dan lain-lain membuat persebaran virus ini sulit dikontrol. "Saat ini kontrol awal, semua wanita hamil wajib periksa HIV/AIDS. Ini penting dilakukan untuk mengetahui data persebaran," ujarnya.

Tidak hanya itu, di tiap-tiap puskesmas juga dilayani klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT). Sayang layanan ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Priyanta melanjutkan, pada 2015, jumlah pengidap HIV/AIDS di Gunungkidul mencapai 44 penderita, kemudian bertambah 39 pengidap di 2016. "Tahun 2017 bertambah 48 orang dan tahun ini 36," katanya.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, upaya menekan persebaran penyakit HIV/AIDS juga dilakukan melalui pendidikan di sekolah-sekolah dan tokoh masyarakat. Bagaimana pun pendidikan moral sangat penting untuk mencegah penyakit ini. "Karena salah satu faktor adalah seks bebas," katanya.

Untuk itu, penyadaran kepada masyarakat terus dilakukan sehingga bisa mengurangi risiko tertular HIV Aids.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak