alexametrics

Dua Kecamatan di Gunungkidul Disapu Angin Ribut

loading...
Dua Kecamatan di Gunungkidul Disapu Angin Ribut
Warga membersihkan bangunan rumah yang tersapu angin ribut di Kecamatan Ponjong Gunungkidul. Foto/Istimewa/BPBD Gunungkidul
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Dua kecamatan di Kabupaten Gunungkidul disapu angin ribut, Rabu (5/12/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Sembilan bangunan, terdiri dari rumah warga, masjid, dan balai dusun dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.

Angin ribut yang disertai hujan deras menerjang Dusun Sambirejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong dan Dusun Ngawen, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen. Di Dusun Sambirejo, rumah milik Karsiyem porak-poranda bagian atapnya.

Dukuh setempat Aris Nuryanto menuturkan, hujan deras disertai angin memang terjadi cukup cepat. Selain rumah belasan pepohonan juga tumbang akibat angin kencang.

"Begitu hujan reda, kita cek, ternyata rumah warga saya rusak. Selain itu banyak pohon tumbang. Kita langsung lakukan pembersihan di rumah yang rusak," ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/12/2018).

Dari hasil pantauan, diketahui posisi pohon tumbang juga berada di sekitar rumah Karsiyem. Total jumlah pohon yang tumbang ada 13 pohon." Semua di dusun Sambirejo," ucapnya.

Selain di Kecamatan Ponjong, bencana angin ribut juga menyebabkan empat rumah warga di Dusun Ngawen, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, mengalami kerusakan. Rata-rata kerusakan rumah karena tersapu angin kencang yang mengikuti hujan deras.

Enam rumah warga milik Mardi , Muryanto, Pardiyanto, Sandiyo, Sukadi dan Cipto Wiyono mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, atap masjid dan juga balai dusun Ngawen juga mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy mengungkapkan pihaknya masih melakukan assessment terkait bencana alam yang terjadi. Selain itu, tim juga membantu warga melakukan proses pembersihan rumah rumah yang mengalami kerusakan.

"Kita berharap warga hati-hati karena potensi bencana di depan mata. Di antaranya adalah angin kencang dan juga tanah longsor," ucapnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak