alexametrics

9 Jenazah Ditemukan di Selat Malaka, Diduga TKI dari Malaysia

loading...
9 Jenazah Ditemukan di Selat Malaka, Diduga TKI dari Malaysia
Tim Basarnas, TNI, dan Polri menemukan sembilan jenazah mengapung di Selat Malaka. Diduga mereka adalah TKI
A+ A-
PEKANBARU - Hingga hari ini, sembilan jenazah telah ditemukan mengapung di Selat Malaka. Mereka merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak pulang dengan menggunakan kapal cepat pada 21 November lalu. Total TKI yang ada di kapal itu sebanyak 19 orang.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan dari sembilan jenazah yang ditemukan, tiga di antaranya sudah teridentifikasi. Jenazah yang sudah teridentifikasi adalah Ujang, Maya Karina, dan Mimi Dewi.

"Untuk yang belum teridentifikasi, tim masih mencari tahu datanya," kata Sunarto, Senin (3/12/2018).

Dia merinci, sembilan jenazah ditemukan di berbagai perairan di Selat Malaka Kabupaten Bengkalis, Riau. Ada yang di Perairan Rupat, Bantan, dan Perapat Tunggal.

Dua jenazah yang sudah teridentikasi, yakni Ujang dan Mimi Dewi, telah dibawa keluarga untuk dimakamkan. Sementara sisanya dititipkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru. (Baca juga: 4 Mayat Ditemukan Mengapung di Selat Malaka, Kasus Masih Misterius)

"Laporan dari pihak keluarga bahwa mereka berangkat ada 19 orang dari Malaysia," katanya.

Tim Basarnas, TNI dan Polri terus melakukan pencarian. Sebab diperkirakan masih ada 10 orang lagi yang belum ditemukan.

Anto, kakak ipar Mimi Dewi menyatakan, rombongan berangkat dari Malaka, Malaysia dengan menggunakan kapal cepat pada 21 November 2018 malam. Tujuan mereka adalah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

"Mimi pergi bersama anaknya, Ica yang berusia 6 tahun dari Malaysia. Mimi Dewi rencananya mau pulang ke Sumatera Barat," ucapnya. Diduga sebelum sampai tujuan, kapal mereka dihantam ombak. (Baca juga: Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Selat Malaka, Total 7 Jenazah)
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak