alexametrics

DIY Sosialisasikan Lagi Penggunaan Aksara Jawa di Masyarakat

loading...
DIY Sosialisasikan Lagi Penggunaan Aksara Jawa di Masyarakat
Pemprov DIY menggulirkan Program Gerbangpraja untuk menyosialisasikan kembali aksara Jawa. FOTO/IST
A+ A-
YOGYAKARTA - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) menggulirkan program Gerakan Bangga Penggunaan Aksara Jawa (Gerbangpraja) untuk menyosialisasikan kembali huruf Jawa kepada generasi muda.

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan, saat ini sebagian besar anak-anak di wilayah DIY sudah tidak lagi mengenal aksara Jawa. Sehingga dibutuhkan upaya untuk mengembalikan kebanggaan warga DIY menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita akan sosialisasikan kembali dengan mengajak warga bangga dengan aksara Jawa," katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (29/11/2018).



Menurut Untung, Dinas Sosial telah menyiapkan titik-titik di kecamatan se-DIY sebagai pilot project Gerbangpraja. Nantinya di titik-titik itu digelar sarasehan dengan menghadirkan tokoh masyarakat, ahli filosofi Jawa, pengamat, dan pendidik. "Tahun ini sebanyak 18 titik telah disiapkan sebagian sudah berjalan. Tahun depan (2019) 60 kecamatan akan kita sosialisasikan," katanya.

Untuk Kabupaten Bantul, beberapa kecamatan yang sudah menggelar sosialisasi Gerbangpraja antara lain Imogiri, Sanden, dan Kretek.

Pegiat aksara Jawa dari komunitas Jogja Holic, Joko Elisanto mengungkapkan, Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia. Untuk itu diperlukan penguatan entitas budaya sehingga tidak hilang Jawanya. "Jangan sampai Yogyakarta kehilangan entitas budaya bahasa dan aksaranya," katanya.

Dengan kondisi saat ini, dibutuhkan penguatan terhadap budaya dan filosofi Jawa yang ada dalam aksara jawa. "Kami bersama Dinsos DIY berupaya keras mengembalikan kebanggaan tersebut. Tokoh-tokoh desa kita siapkan menjadi punggawa atau pemimpin untuk kegiatan bangga dengan aksara Jawa," ujar vokalis grup musik Jawa, Geng Kobra ini.

Menurutnya, Gerbangpraja perlu mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat sehingga semua tergerak untuk kembali bangga dengan aksara Jawa. "Banyak hal yang bisa dipetik dari filosofinya. Mulai kegotongroyongan hingga toleransi," katanya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak