alexametrics

Wali Kota Risma Ajak Vote Surabaya di Guangzhou International Award

loading...
Wali Kota Risma Ajak Vote Surabaya di Guangzhou International Award
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ngevlog untuk meminta dukungan warga di ajang Guangzhou International Award. Foto/Ist.
A+ A-
SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengajak seluruh warga Kota Surabaya, dan masyarakat Indonesia, untuk berpartisipasi mendukung Kota Pahlawan dalam ajang The Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018. Hal ini dilakukan Risma melalui vlognya di akun @surabaya, karena Kota Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia, yang masuk sebagai finalis The Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018. Agar bisa menyabet penghargaan bergengsi itu, butuh partisipasi aktif dari warga untuk mengirimkan vote.

Dukungan dari masyarakat Indonesia, kata dia, bisa membawa Kota Surabaya, menjadi pemenang di ajang penghargaan dunia yang melombakan antar kota dalam menangani pengelolaan lingkungan.

"Ayo teman-teman Surabaya, bantu Kota Surabaya, dengan cara vote Kota Surabaya. Nanti alamatnya akan diberikan di admin ini. Nah, kemudian memilih Surabaya boleh satu akun, bisa berkali-kali, tiap satu jam. Mohon dibantu ya," kata Risma melalui tayangan Vlog yang dikirim ke berbagai media sosial, Selasa (27/11/2018).



Sebelum tahapan vote warga, ada beberapa tahap yang harus dilalui Kota Surabaya. Salah satunya presentasi proposal di depan 400 juri.

"Kami juga dibantu doa, supaya saya bisa presentasi dengan baik karena menghadapi 400 juri, tidak gampang. Dan kita sudah empat kali daftar tidak pernah masuk finalis. Kali ini kita masuk finalis, mari kita manfaatkan dengan baik untuk mengangkat Surabaya lebih baik lagi," kata Risma di akun @surabaya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser menuturkan, memang sebelumnya Surabaya sudah pernah mengajukan proposal untuk mengikuti ajang penghargaan ini. Bahkan, Surabaya sudah mengajukan empat kali proposal dan keempatnya tidak masuk dalam daftar finalis.

"Tahun ini Surabaya masuk finalis. Jadi, selain presentasi proposal di depan 400 juri, juga berdasarkan vote atau dukungan dari warga Surabaya," katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya baru tahu ada vote karena tidak ada surat resmi dari panitia dan ternyata sudah dibuka sejak sebulan yang lalu. Masing-masing negara sudah minta dukungan lewat website resmi kota mereka. "Akhirnya tadi pagi ibu bikin video itu spontinitas aja," timpalnya.

Menurut Fikser, sebelumnya para juri The Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018, sudah datang ke Surabaya, untuk menilai apakah proposal yang diajukan sama dengan kondisi di lapangan.

Para juri datang bersamaan dengan acara UCLG beberapa waktu lalu, tanpa pemberitahuan dan tidak mau ditemani Pemkot Surabaya.

"Mereka ingin lihat dampak yang dilakukan Pemkot Surabaya, secara langsung. Dari 900 kota, telah diseleksi menjadi 169 kota dari 66 negara, kemudian diseleksi lagi menjadi 15 kota," jelasnya.

Setelah dipilih 15 kota, kemudian pihak panitia membuka vote bagi masyarakat. Sampai hari ini, posisi Surabaya, berada di urutan ke 9, kemudian berlanjut ke-7 lalu ke posisi 5.

"Sampai pagi ini berada di posisi ke-3, dan siang ini sudah berada di posisi ke 2. Jadi, ayo teman-teman semuanya ikut vote dan dukung Surabaya, menjadi pemenang dalam penghargaan tingkat dunia ini," jelasnya.

Untuk mendukung, katanya, buka link di bit.ly/surabayamendunia lalu centang Kota Surabaya. Selanjutnya berdasarkan ketentuan, dicentang pula dua kota yang berada di bawah Kota Surabaya.

Setelah memberikan tanda centang kepada tiga kota, maka voters diarahkan untuk memasukkan kode captcha empat digit dan selanjutnya klik submit. "Voting itu bisa diulangi setiap satu jam sekali. Ayo voting terus demi Surabaya yang lebih baik," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak