alexametrics

Calon Penumpang di Bakauheni Keluhkan Sistem Tiket Uang Elektronik

loading...
Calon Penumpang di Bakauheni Keluhkan Sistem Tiket Uang Elektronik
Calon penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, masih mengeluhkan sistem pembayaran nontunai atau cashless untuk pembelian tiket di loket terpadu. Foto/dok/SINDOnews
A+ A-
LAMPUNG SELATAN - Calon penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, masih mengeluhkan sistem pembayaran nontunai atau cashless untuk pembelian tiket di loket terpadu. Para penumpang pejalan kaki yang hendak naik kapal masih bingung dengan sistem yang baru ini.

Padahal sistem ini sudah empat bulan lalu disosialisasikan dan diterapkan penggunaannya. Rata-rata para calon penumpang kapal masih belum mengerti tata cara pembelian tiket kapal dengan menggunakan uang elektronik.

Mereka mengaku keberatan membeli kartu seharga Rp25.000 per keping dan untuk sekali mengisi dikenakan biaya Rp1.500. “Kami lebih menyukai tata cara pembelian dengan sistem lama,” kata Wiyah, seorang penumpang kapal.



Sementara itu, General Manager PT ASDP Bakauheni Hasan Lessy mengatakan, penerapan sistem pembayaran nontunai bagi pengguna jasa pelayaran ini mulai 15 Agustus 2018. Sistem ini untuk memperlancar pelayanan penumpang kapal.

“Petugas penjualan uang elektronik di Pelabuhan Bakauheni disiapkan di loket penjualan tiket kendaraan dan pejalan kaki. Petugas merupakan pihak yang bekerja sama menjual kartu uang elektronik yang bisa diisi ulang dari himpunan bank negara, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Tabungan Negara,” katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak