Minahasa Utara Diterjang Banjir dan Longsor, 615 Jiwa Mengungsi
Selasa, 09 April 2024 - 10:05 WIB
loading...
Banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (7/4/2024). Foto/Ist
A
A
A
MINAHASA UTARA - Banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Minahasa Utara , Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (7/4/2024). Berdasarkan laporan dari Pusdalops BNPB sebanyak 268 Kepala Keluarga atau 1.071 jiwa terdampak dan 154 Kepala Keluarga atau 615 jiwa mengungsi.
Dilaporkan banjir terjadi Pukul 06:40 WIB dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara khususnya di Kecamatan Likupang Selatan, Likupang Timur, Likupang Barat dan Wori sehingga menyebabkan bencana banjir, longsor dan pohon tumbang.
Lokasi mengungsi di tempat ibadah, rumah warga yang tidak terdampak, balai desa, dan tenda yang didirikan desa setempat. Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi pendirian dapur umum dari desa setempat serta bantuan dari berbagai pihak.
“Dampak banjir setinggi 70 cm menyebabkan 422 unit rumah terendam, dan 1 fasilitas Pendidikan rusak berat,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (9/4/2024).
Baca Juga: Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Minahasa Utara Diperpanjang
Penanganan banjir dan longsor BPBD Kabupaten Minahasa Utara melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir, penanganan material longsor yang menutupi badan jalan dan melakukan pendataan.
Informasi dari BPBD Kabupaten Minahasa Utara, Senin (8/4/2024). Dampak banjir memutus jaringan listrik, dan jaringan komunikasi. Kondisi terkini jaringan listrik belum seluruhnya tersambung begitu pula dengan jaringan komunikasi.
Dilaporkan banjir terjadi Pukul 06:40 WIB dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara khususnya di Kecamatan Likupang Selatan, Likupang Timur, Likupang Barat dan Wori sehingga menyebabkan bencana banjir, longsor dan pohon tumbang.
Lokasi mengungsi di tempat ibadah, rumah warga yang tidak terdampak, balai desa, dan tenda yang didirikan desa setempat. Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi pendirian dapur umum dari desa setempat serta bantuan dari berbagai pihak.
“Dampak banjir setinggi 70 cm menyebabkan 422 unit rumah terendam, dan 1 fasilitas Pendidikan rusak berat,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (9/4/2024).
Baca Juga: Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Minahasa Utara Diperpanjang
Penanganan banjir dan longsor BPBD Kabupaten Minahasa Utara melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir, penanganan material longsor yang menutupi badan jalan dan melakukan pendataan.
Informasi dari BPBD Kabupaten Minahasa Utara, Senin (8/4/2024). Dampak banjir memutus jaringan listrik, dan jaringan komunikasi. Kondisi terkini jaringan listrik belum seluruhnya tersambung begitu pula dengan jaringan komunikasi.
Lihat Juga :