alexametrics

Aliran Sungai di Cimahi Dipenuhi Sampah saat Musim Hujan

loading...
Aliran Sungai di Cimahi Dipenuhi Sampah saat Musim Hujan
Tumpukan sampah di aliran Sungai Curug, Kampung Cibodas, Kota Cimahi, karena terbawa hujan langsung dibersihkan oleh petugas dari UPT Kebersihan. SINDOnews/Adi Haryanto B
A+ A-
CIMAHI - Setiap musim hujan, aliran Sungai Curug tepatnya di Kampung Cibodas RT 01/15, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, kerap dipenuhi sampah.

Beberapa warga yang tidak bertanggung jawab seringkali membuang sampah ke kali. Kebanyakan sampah rumah tangga, seperti plastik bekas, sisa makanan, minuman, hingga styrofoam, yang terbawa arus air sejak dari hulu di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Sampah menumpuk di aliran sungai ini sering terlihat terlebih saat musim hujan. Sampah ini terbawa dari hulu dan bukan orang sini yang buangnya," kata salah seorang warga Anis, Rabu (21/11/2018).

Tumpukan sampah itu kini mulai dibersihkan oleh petugas kebersihan Kota Cimahi. Sampah itu adalah kiriman dari wilayah Utara dan Tengah Kota Cimahi yang terbawa derasnya air saat hujan sehingga bermuara di wilayah selatan.

Kondisi itu terjadi akibat dari kesadaran di masyarakat dalam membuang sampah yang belum taat aturan. Faktanya sungai masih menjadi tempat pembuangan sampah dan terbukti ada sekitar 1,5 ton sampah dari sungai tersebut.

"Ini menjadi cerminan jika budaya membuang sampah di masyarakat masih rendah. Kalau musim hujan seperti ini terlihat jelas tumpukan sampah yang menggunung karena terbawa arus air," terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Usep Koswara.

Selain itu, lanjut Usep, jumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Kota Cimahi yang masih terbatas juga menjadi persoalan tersendiri. Saat ini di Kota Cimahi baru memiliki 13 unit TPS yang berada di bawah pengelolaan pemerintah.

Padahal kebutuhan idealnya minimal dua unit TPS di setiap kelurahan yang ada di Kota Cimahi. "Keberadaan TPS masih jauh dari kebutuhan dan belum merata. Baru ada 30%, dari jumlah ideal dua TPS di setiap kelurahan," sebutnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak