alexametrics

Cegah Korupsi, Ganjar Deklarasikan Gerakan Anti Angpau

loading...
Cegah Korupsi, Ganjar Deklarasikan Gerakan Anti Angpau
Hadir dalam Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan agar penyebaran virus pencegahan korupsi dilakukan dengan gaya anak muda. SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Hadir dalam Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan agar penyebaran virus pencegahan korupsi dilakukan dengan gaya anak muda. Ganjar juga mendorong peserta untuk mendeklarasikan gerakan antiangpau.

Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi ini dari Jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) dan diselenggarakan 21-23 November. Hadir dalam pembukaan tersebut, Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi KPK RI Busyro Muqoddas dan Ketua Tim KPK Muhammad Indra Furqon.

Kepada 30 peserta yang terdiri dari aparatur sipil negara, LSM dan aktivis antikorupsi Ganjar mengatakan agar menyiapkan mental serta intelektual karena akan menerima banyak serangan, khususnya dari kawan sendiri.



"Siap-siap, nanti bapak ibu pasti akan dilawan. Kawan-kawan bapak ibu pasti akan banyak yang bilang, 'heleh dulu sampeyan ketika bekerja juga begitu'," kata Ganjar, Rabu (21/11/2018)

Kepada pimpinan KPK, Ganjar meminta agar mengajari peserta untuk menangkis serangan-serangan itu. Selain itu Ganjar juga berpesan agar menyebar virus pencegahan korupsi dengan mindset pemuda. Karena terbukti cara-cara yang dilakukan pemuda itu sangat kreatif dan efektif.

"Atau bikin kaus tulisannya saya sudah tobat. Gaya anak muda dalam pencegahan korupsi yang dilakukan anak muda, pasti langsung mak jleb. Kalau cara bapak ibu nanti menyebarkan virus ini dengan cara kuno, ceramah gini pasti ditinggal. Kita perlu melakukan penyebaran virus pencegahan korupsi ini dengan tertawa," katanya.

Selain itu Ganjar juga mengatakan peserta ini sudah memahami dan bisa mengidentifikasi potensi-potensi korupsi. Jika diminta untuk memitigasi, Ganjar yakin ASN sudah hafal di luar kepala terlebih soal gratifikasi.

"Pertanyaannya, maukah kita kerja lillahita'ala. Atau kita juga perlu melahirkan gerakan anti angpau dan kita ajarkan ke anak-anak kita," tandasnya.

Sebelum kita mulai, lanjut Ganjar, mari kita melakut pengakuan dosa di hadapan Pak Busro Muqoddas. "Pernahkah sampeyan dimintai uang oleh gubernur untuk sebuah jabatan? Kalau ada saya mundur hari ini dari gubernur," ujar Ganjar yang serempak dijawab tidak oleh peserta.

"Pencegahan korupsi bukan hanya dilakukan KPK. Dalam rangka sertifikasi ini, penyebaran virus pencegahan korupsi harus dilakukan siapapun," terang Penyuluh Antikorupsi utama KPK RI Indra Furqon.

Dia berharap peserta penyuluhan ini untuk meningkatkan kepekaan terhadap potensi korupsi. Karena, kata Furqon, kebaikan dan keburukan itu sudah jelas dan siapapun mengetahui itu. Dia lantas menyitir ungkapan Buya Hamka untuk dijadikan acuan sikap para peserta dalam pencegahan korupsi.

"Kalau hidup hanya hidup, kera di hutan juga hidup. Kalau kerja hanya kerja, kerbau di sawah juga bekerja. Semoga forum ini bermanfaat," pungkasnya.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak