alexametrics

Tarian Kolosal Derkuku Karang Bikin Masyarakat Karanganyar Terpukau

loading...
Tarian Kolosal Derkuku Karang Bikin Masyarakat Karanganyar Terpukau
Tari Kolosal Derkuku Karang yang dibawakan 1.100 pelajar menjadi hiburan tersendiri bagi ribuan warga yang memadati Alun-Alun Karanganyar, Jawa Tengah. iNewsTV/Taufik Budi
A+ A-
KARANGANYAR - Tari Kolosal Derkuku Karang yang dibawakan 1.100 pelajar menjadi hiburan tersendiri bagi ribuan warga yang memadati Alun-Alun Karanganyar, Jawa Tengah. Tarian ini menceritakan kisah pertemuan pendiri Karanganyar, yakni Nyi Ageng Karang dan Pangeran Sambernyowo.

Penari yang didominasi pelajar putri itu terlihat atraktif dengan balutan pakaian putih berselendang merah. Mereka berlarian dan bergerak lincah bagai burung yang terbang dengan mengepakkan sayap-sayapnya. Penonton pun dibuat terpukau dan tak henti bertepuk tangan.

Apresiasi itu ditunjukkan pula oleh artis papan atas Afdhal Yusman yang juga ikut menyaksikan kemeriahan peringatan upacara hari jadi ke-101 Kabupaten Karanganyar tersebut. Pemeran Angling Kusuma dalam serial Angling Dharma ini mengaku Karanganyar terus berbenah untuk mengembangkan potensi sumber daya alam maupun budaya lokal.



"Kemajuan Karanganyar cukup signifikan. Terbukti Karanganyar memperoleh berbagai penghargaan di tingkat nasional. Karanganyar memang memiliki potensi yang luar biasa utk menjadi daerah yang maju dan berdaya saing. Di HUT ke-101 ini kerjasama antar seluruh elemen dan gotong royong seluruh warga Karanganyar penting untuk terus dibangun dan ditingkatkan," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Suparni, warga Tasikmadu setelah menyaksikan pertunjukan. "Atraksinya menghibur, ada tarian budaya dan drum band yang bisa memotivasi anak-anak. Kita juga berharap ke depannya Karanganyar semakin maju, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan masyarakat hidup sejahtera," terangnya.

Tidak hanya tari kolosal tersebut, masyarakat juga mendapat suguhan hiburan akrobat regu drumband oleh Gita Abdi Praja IPDN, Jawa Barat serta paramotor AURI Lanud Adi Soemarmo. “Tahun depan pembangunan infrastruktur masih prioritas. Tapi lebih banyak kita posisikan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Pada peringatan HUT ke-101 ini, menjadi momentum spesial bagi Karanganyar, pasalnya hampir bersamaan dengan perolehan sejumlah penghargaan di tingkat nasional. Dari data yang dihimpun, Karanganyar ada di peringkat tiga Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan tahun 2018.

Kemudian disusul penghargaan kedua yakni, Karanganyar sebagai Smart Sanitasi Award Akkopsi 2018 kategori Kelengkapan National Water Supply and Sanitation Information Services (Nawasis) di peringkat dua. Selanjutnya Anugerah Pandu Negeri 2018, yaitu penghargaan khusus kepada Kabupaten Karanganyar dalam kategori Pemerintahan Daerah dengan Kinerja dan Tata Kelola Baik.

Terakhir, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) juga menganugerahkan penghargaan kepada pemkab Karanganyar, pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Karanganyar.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak