alexametrics

Diterjang Angin Kencang, Belasan Rumah Warga Temanggung Rusak

loading...
Diterjang Angin Kencang, Belasan Rumah Warga Temanggung Rusak
Personel BPBD Kabupaten Temanggung memeriksa rumah warga Desa/Kecamatan Gemawang yang rusak diterjang angin kencang. Foto/Istimewa
A+ A-
TEMANGGUNG - Belasan rumah warga Desa Gemawang dan Dusun Mandang, Desa Sucen Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung rusak setelah diterjang angin puting beliung, Senin 19 November 2018 sore. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini, namun kerugian yang diderita warga mencapai puluhan juta rupiah.

Adapun jumlah rumah warga Dusun Mandang, Desa Sucen yang rusak sebanyak 11 unit. Rumah tersebut milik, Sukardi, Sukirno, Walidi, Tukimin, Sampurdi, Pahit, Juli, Ngaeni, Subalni, Yanto dan Nurwito. Kesebelas rumah tersebut mengalami rusak ringan pada bagian atap.

Sedangkan jumlah rumah di Desa Gemawang yang rusak sebanyak 8 unit. Rumah tersebut milik Rubadi, Surami, Likin, Tukiyo, Prawito, Kuat, Irwanto dan Jati. Tingkat kerusakannya masuk kategori ringan pada bagian atap.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Wangadi menjelaskan, sebelum kejadian wilayah Kecamatan Gemawang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Tak lama kemudian bertiup kencang dan menerjang rumah warga Dusun Mandang, Desa Sucen dan Desa Gemawang.

“Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak pada bagian atap. Kerugian yang derita warga diitaksir mencapai antara Rp2-9 juta. Jumlah totalnya puluhan juta,” katanya, Selasa (20/11/2018).

Menurut dia, bencana angin puting beliung ini berlangsung sekitar 15 menit, namun merusak belasan rumah warga dan menumbangkan sejumlah pohon. “Kami sudah melakukan penangganan untuk penanganan bencana ini. Masyarakat juga bergotong-royong untuk membersihkan puing-puing atap rumah yang berserakan dan memperbaiki rumah yang rusak,” ujarnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak