alexametrics

Korban Longsor di Nagakeo NTT Trauma dan Butuh Bantuan

loading...
Korban Longsor di Nagakeo NTT Trauma dan Butuh Bantuan
Warga Kampung Terabhoja Desa Selalejo Timur Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, membantu proses evakuasi korban akibat tanah longsor. Foto/Istimewa
A+ A-
NAGAKEO - Lima kepala keluarga (KK) yang menjadi korban tanah longsor di Kampung Terabhoja Desa Selalejo Timur Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin lalu, membutuhkan bantuan. Akibat peristiwa itu, tiga orang warga tewas tertimbun longsor.

“Jumlah korban secara keseluruhan adalah 22 orang. Korban selamat ada 19 dan tiga orang meninggal dunia,” ujar Petrus, warga setempat.

Dia mengatakan, rumah dari 5 KK tersebut mengalami rusak berat dan tidak ada yang tersisa. Hewan peliharaan dan tanaman di sekitarnya pun tertimbun longsor.

Kepala keluarga yang selamat di antaranya Silvanus Maku bersama dua anggota keluarganya. Urbanus Mere bersama dua anggota keluarganya. Kemudian Pius Legi bersama tiga anggota keluarganya. Dan Paskalis Gati bersama empat anggota keluarganya serta anak dari korban meninggal (Paulina Muku) Chanel Loy.

Sampai sekarang korban selamat sedang berada di rumah keluarganya di Kampung Terabhoja. Korban selamat sementara tinggal bersama keluarga mereka di kampung Terabhoja.

Petrus mengatakan warga korban longsor sangat mengharapkan bantuan. Apalagi masarakat Desa Selajo masih mengalami trauma. (Baca Juga: 3 Warga Tewas Akibat Tertimbun Longsor di Negekeo NTT)

Hingga saat ini lumpur dan kayu yang terbawa longsor masih menutupi jalan raya. Untuk menuju lokasi longsor jarak yang ditempuh harus berjalan kaki 7 Km.

Raymundus tue, Kades Seltim membenarkan tiga orang warganya menjadi korban longsor Senin lalu. Lima rumah warga tertimbun. Saat ini menuju lokasi pun sangat sulit lantaran material longsor masih menuntup jalan dan lumpur. Warga berharap pemerintah segera memberikan batuan.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak