alexametrics

Musim Hujan, Pohon di Jalan Yogyakarta-Wonosari Rawan Tumbang

loading...
Musim Hujan, Pohon di Jalan Yogyakarta-Wonosari Rawan Tumbang
Memasuki musim hujan, pohon di sepanjang Jalan Yogyakarta-Wonosari, Gunungkidul rawan tumbang. FOTO/ILUSTRASI/SINDOnews
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta pengguna jalan nasional Yogyakarta-Wonosari waspada. Memasuki musim penghujan, banyak pepohonan yang rawan tumbang dan membahayakan pengguna jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, pihaknya mulai memangkas ranting-ranting di sepanjang jalan Yogyakarta-Wonosari. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan DIY karena ada beberapa pohon yang harus dipotong.

"Kami berharap pengguna jalan berhati-hati. Banyak pohon yang mulai rapuh dan memiliki ranting besar yang rawan patah," katanya kepada wartawan, Selasa (13/11/2018).



Peringatan BPBD bukan tanpa alasan. Pengendara motor ada yang harus dilarikan ke rumah sakit lantaran tertimpa pohon ambruk. "Meskipun tidak parah, tapi harus dirawat. Jadi kami mengimbau waspada. Apalagi beberapa hari ini hujan disertai angin kencang terjadi," ucapnya.

BPBD Gunungkidul mengungkapkan angin kencang yang terjadi Senin (12/11/2018) sore, menyebabkan delapan rumah rusak. "Satu rumah rata dengan tanah di Dusun Mokol, Desa Selang, Wonosari, dan tujuh rumah lainnya di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Karangmojo," ungkap Edy.

Menurut Edy, BPBD langsung mengirimkan bantuan logistik untuk konsumsi warga yang kerja bakti membersihkan dan memperbaiki rumah rusak.

Sementara Gunawan, warga Dusun Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk mengaku khawatir setiap berangkat kerja menuju Wonosari. Dia takut tertimpa pohon besar dan tua di kawasan hutan Tleseh. "Karena banyak ranting besar melintang jalan nasional Yogyakarta-Wonosari. Setiap tahun selalu ada yang patah dan melintang di jalan," katanya.

Dia berharap pihak berwenang melakukan penebangan pohon pphon tua di jalur tersebut. "Karena berbahaya bagi kami," katanya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak