alexametrics

Ahmad Dhani Serahkan Barang Bukti Pencemaran Nama Baik ke Polda Jatim

loading...
Ahmad Dhani Serahkan Barang Bukti Pencemaran Nama Baik ke Polda Jatim
Musisi sekaligus politikus Partai Gerindra, Ahmad Dhani mendatangi Mapolda Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (12/11/2018). FOTO/SINDOnews/LUKMAN HAKIM
A+ A-
SURABAYA - Musisi sekaligus politikus Partai Gerindra, Ahmad Dhani mendatangi Mapolda Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (12/11/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. Kedatangan suami Mulan Jameela itu untuk menyerahkan barang bukti kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjeratnya.

Barang bukti yang diserahkan adalah sebuah handphone yang digunakan untuk nge-vlog di lobi Hotel Majapahit Surabaya, Minggu (26/8/2018) lalu. Dalam vlog tersebut, terucap kata Idiot dari mulut Ahmad Dhani. Ucapan itu disampaikan karena pria berkepala plontos ini tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi #2019GantiPresiden menggelar aksi penghadangan di depan hotel. Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan massa deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan.

"Saya datang ke Polda menemani saksi ahli. Dari tiga saksi ahli (saksi meringankan), baru satu dari Kemenkominfo," katanya sesaat sebelum memasuki ruang penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimum Polda Jatim. (Baca juga: Polda Jatim Tetapkan Ahmad Dhani Tersangka Pencemaran Nama Baik)



Dhani yang datang mengenakan baju hitam dan jaket berwarna army menandaskan, satu saksi yang dia hadirkan adalah Teguh Apriyadi, salah satu ahli ITE. Menurut Dhani, Teguh merupakan salah satu pakar IT yang merumuskan UU ITE dari Kemenkominfo. "Bagi saya satu saksi ini saja sudah cukup. Karena dia (Teguh) yang merumuskan UU. Jadi yang lain (ahli hukum, dan ahli komunikasi) sudah tidak begitu penting," ujarnya.

Dhani tidak sendirian. Saat menyerahan barang bukti, dia ditemani putra ketiganya, Abdul Qodir Jaelani. Dul, panggilan akrab Abdul Qodir Jaelani berharap ayahnya selalu konsisten dengan apapun pilihannya. Dia juga ingin kasus yang mendera ayahnya itu bisa selesai dengan seadil-adilnya.

"Saya tidak mau menanggapi (kasus dugaan pencemaran nama baik). Saya hanya berharap apapun nanti hasilnya saya harap itu semurni-murninya, seadil-adilnya," kata Dul singkat.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak