alexametrics

Empat Jenazah Korban Lion Air Kembali Dipulangkan ke Pangkalpinang

loading...
Empat Jenazah Korban Lion Air Kembali Dipulangkan ke Pangkalpinang
Kepala Kantor SAR Basarnas Pangkalpinang, Danang Priandoko memberikan keterangan pers di Posko Crisis Center Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bang Belitung. FOTO/OKEZONE/ARSAN MAILANTO
A+ A-
PANGKALPINANG - Empat jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang teridentifikasi sebagai warga Bangka Belitung tiba di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Sabtu (10/11/2018). Dengan pemulangan empat jenazah itu berarti total korban yang telah diserahkan kepada keluarga di Bangka Belitung sebanyak 24 jenazah.

"Usai diidentifikasi jenazah langsung dipulangkan. Korban berhasil diidentifikasi melalui tes DNA, sidik jari, data medis, dan properti korban," kata Kepala Kantor SAR Basarnas Pangkalpinang, Danang Priandoko di Posko Crisis Center Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Berikut ini data empat jenazah korban pesawat Lion Air yang tiba di Pangkalpinang, Sabtu (10/11/2018).

1. Nama: Yunita (P)
No. AM (193)
Alamat: Jalan Poris Indah, Cipondoh Indah, Tanggerang. Rencananya dimakamm di TPU Babel.



2. Nama: Linda (P) 25 tahun
No. AM (194)
Alamat: Permata Tanggerang, Pasar Kemis, Tanggerang. Berencana dikebumikan di Sungailiat, Bangka.

3. Nama: Murdiman (L) 46 tahun
No. AM (161)
Alamat: Jalan Jend. Sudirman Desa Rajik, Bangka Selatan.
Pekerjaan: Anggota DPRD Babel.

4. Nama: Kasan (L) 63 tahun
No. AM (018)
Alamat: Jalan Depati Hamzah, Bukit Intan, Pangkalpinang.

Hingga hari ini, Sabtu (10/11/2018), Tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 79 korban jatuhnya Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610 di perairan laut utara Karawang, Jawa Barat (Jabar). Dari 79 korban rinciannya adalah 59 laki-laki dan 20 perempuan. (Baca juga: Dua Penumpang Lion Air Teridentifikasi, Total Saat Ini Jadi 79)
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak