alexametrics

Sandiaga Uno Terekam Video Langkahi Makam KH Bisri Syansuri

loading...
Sandiaga Uno Terekam Video Langkahi Makam KH Bisri Syansuri
Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno terekam video melangkahi makam tokoh pendiri NU, KH Bisri Syansuri di kompleks Ponpes Denanyar, Jombang, Jawa Timur. FOTO/DOK.SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno kembali menjadi sorotan setelah dia terekam video melangkahi makam ulama dan salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Video berdurasi 14 detik itu beredar luas dan viral di media sosial.

Dalam video itu, Sandi awalnya melakukan tabur bunga di makam KH Bisri Syansuri. Setelah selesai, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu terlihat melangkahi makam tersebut untuk beralih menabur bunga ke makam lain.

Calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang juga bersama Sandi nyaris mengikuti langkah cawapresnya. Namun dia dicegah pengurus Ponpes Denanyar dan diminta memutar tidak melangkahi makam.

"Beredarnya video Sandiaga Uno melangkahi makam Kiai Bisri Syansuri sangat menyakitkan hati kami, para santri Beliau. Saya mencela perbuatan yang jauh dari akhlaknya santri ini," kata Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Abdul Rochman dalam pesan WhatsApp yang diterima SINDOnews, Jumat (9/11/2018) malam.

Abdul Rochman sangat menyesalkan tim kampanye yang tidak mengingatkan Sandi mengenai tata cara dan adab berziarah ke makam ulama. Menurutnya, di kalangan santri, adab lebih utama daripada ilmu. "Demikianlah kiai-kiai kami mengajarkan," kata santri Ponpes Denanyar ini.

Untuk diketahui, KH Bisri Syansuri merupakan salah satu pendiri NU. Pendiri Ponpes Denanyar, Jombang ini merupakan mantan Rais Am Syuriah PBNU. Kiai Bisri Syansuri juga adalah kakek Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari pihak ibu.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak